Minggu, 22 Juni 2014

konten proposal

Menulis Proposal

Saat  ini adalah masa yang tidak mudah bagi penggalangan dana untuk kegiatan organisasi nirlaba, lembaga amal dan organisasi masyarakat termasuk didalamnya. Kompetisi yang semakin ketat  terjadi sehingga perlu ada strategi dalam mengajukan kerjasama dengan lembaga donor atau lembaga pemerintah.
Dengan semakin ketatnya kompetisi, maka semakin selektif proposal kegiatan yang disetujui,  hampir sebagian besar lembaga donor atau lembaga pemerintah mempunyai  tuntutan :

a.     Keinginan untuk membuat setiap dana yang dikucurkan menjadi lebih berarti
b.     Persyaratan akan peningkatan pertanggungjawaban menjadi lebih ketat (misalnya dalam bentuk proses pembukuan dan audit internal, struktur organisasi formal, serta kegiatan monitoring dan evaluasi)
c.     Meningkatnya penekanan pada governance dan manajemen yang efektif (misalnya kompetensi, secara keuangan baik dan bukti adanya rencana jangka panjang)
d.     Meningkatnya penekanan pada pendanaan yang berbasis proyek.
e.      Penekanan yang lebih besar pada keberlanjutan.
Sehingga berdasarkan hal tersebut, sangat perlu mempunyai strategi bagaimana menulis proposal yang baik, agar rencana yang diajukan dalam proposal dapat disetujui oleh lembaga donor/lembaga pemerintah sehingga dapat teralisasi dengan baik.

Adapun beberapa strategi  penulisan proposal, diantranya :
a.     Sebelum memulai membuat proposal
·         Miliki pemahaman yang jelas mengenai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai
·         Identifikasi lembaga donor atau lembaga pemerintah yang dapat paling baik membantu berdasarkan :
1.     Bidang ketertarikan
2.     Lokasi geografis
3.     Penerima manfaat
4.     Jenis dan jumlah dana
5.     Jenis pendanaan
6.     Pemenuhan persayaratan
7.     Siapa yang harus didekati

b.     Pada saat menyusun proposal
·         Penyusunan proposal merupakan hal yang paling penting untuk menggambarkan rencana yang akan di jalankan. Namun ada hal yang lebih penting lagi mengenai keberadaan organisasi nya, karena lembaga donor atau lembaga pemerintah akan menanyakan apakah dapat bertanggungjawab ketika diberikan bantuan dana?.   Berikut ini sebagai bahan untuk menilai kekuatan dan kelemahan dengan melihat  beberapa hal :
a.      Mengapa unit Usaha ada?
b.     Siapa yang melaksanakan tujuan dan sasaran ?
c.      Bagaimana cara menerapkannya?
d.      Apakah dapat bekerja dengan baik dengan organisasi lain?
e.     Bagaimana pengalaman mengelola program/kegiatan?
f.      Apakah telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik?

·         Tips umum untuk menulis proposal
a.     Umumnya lembaga donor atau lembaga pemerintah lebih suka proposal yang singkat dan padat yang mencerminkan pemikiran yang jernih dan tujuan yang jelas.
b.     Pastikan bahwa sasaran-sasaran utama dan hasil yang diharapkan terungkap secara jelas.
c.      Gunakan kalimat aktif dari fasif
d.      Gambarkan unsur kemanusiaan dalam kegiatan yang diusulkan, dari memfokuskan pada ide-ide teoritis.
e.      Kemukakan secara jujur ​​kekuatan dan kekurangan
f.      Tuliskan draft pertama yang lengkap sebelum mencoba meng-edit.
g.     Pastikan dapat mencapai tujuan kegiatan yang disampaikan dalam proposal, bila disetujui.
h.      Siapkan orang yang selalu siaga dan mampu menjawab segala pertanyaan tentang proposal yang diajukan Meskipun lembaga donor atau lembaga pemerintah memiliki persayaratan yang berbeda-beda, namun tetap mempersiapkan proposal dengan komponen-komponen sebagai   berikut:
·         Ringkasan, adalah bagian yang paling penting dari sebuah proposal. Ringkasan merupakan pernyataan payung bagi  usulan yang memberi gambaran secara umum terhadap keseluruhan proposal. Ringkasan harus dibuat terakhir, namun disimpan paling awal. Sebuah ringkasan seharusnya terdiri dari :
·           Tidak lebih dari dua halaman, buat dengan jelas dan padat.
·           Menyatakan keseluruhan pandangan dari usulan yang direncanakan.
·           Menekankan tentang bagaimana dan mengapa inisiatif itu akan berdampak pada masyarakat.
·           Secara singkat sebutkan “track record”, isu-isu yang harus dibahas, hasil kunci yang diharapkan dan metode yang akan digunakan.
·           Sebutkan sumberdaya yang telah dikeluarkan dan sumber daya lain yang sudah ada.
·           Gunakan nada positif dan menarik, agar meyakinkan pembaca menyetujui  proposal yang diajukan.
·         Pendahuluan,  pada pendahuluan sebaiknya terdiri dari :
·         Sejarah singkat  Tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang dilakukan
·         Pastikan kredibilitas
·         Gambarkan keberhasilan dalam menjalankan tugas dan fungsinya
·         Berikan data yang mendukung  keberhasilan
·         Permasalahan, pada bagian ini sebaiknya terdiri dari :
·          Jelaskan masalah atau permasalahan yang ingin diselesaikan
·         Sebutkan bagaimana inisiatif akan membahas isu atau menyelesaikan permasalahan, hal yang terpenting harus ada keterkaitan antara misi dengan isu atau permasalahan yang dikemukakan.
·         Harus realistis tentang apa yang akan dilakukan oleh Jelaskan isu atau permasalahan tersebut berdasarkan kepentingan masyarakat.
·         Target sasaran atau penerima manfaat yang terdampak oleh isu atau permasalahan harus jelas.
·          Berikan data terbaru untuk mendukung pernyataan tentang isu atau permasalahan yang dikemukakan, dan pastikan sumber data disebutkan secara tepat.
·         Hasil yang Ingin Dicapai, bagian ini mengidentifikasi hasil  yang ingin dicapai dari usulan yang diajukan dengan cara menjelaskan apa yang ingin dicapai dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Berdasarkan W.K. Kellogg Foundation Logic Model Development Guide, hasil yang ingin dicapai dapat dibagi menjadi tiga sub-kategori, yaitu :
a)     Out Put
·       Out put merupakan hasil langsung dari kegiatan program yang akan dilakukan.
·        Out put biasanya digambarkan berdasarkan skala ukuran dan jangkauan produk dan pelayanan yang diberikan atau dihasilkan oleh program tersebut.
·       Out put harus kongkrit dan mudah diukur
·       Untuk setiap kegiatan program, identifikasikan out put apa yang diinginkan, dan secara spesifik sebutkan target sasarannya. 
b)     Hasil
·       Outcome merupakan perubahan spesifik dari sikap, perilaku, skill, pengetahuan, dan lain sebagainya, yang diharapkan dari kegiatan program yang dilakukan.
·       Outcome biasanya disebutkan dalam tingkat individu
·       Mungkin akan membantu apabila memastikan outcome yang  ingin dicapai terlebih dahulu sebelum menentukan out put, dampak kegiatan dan input.
c)     Dampak :
·       Dampak merupakan perubahan organisasi, masyarakat atau sistem yang diharapkan terjadi akibat kegiatan program yang diusulkan.
·       Dalam banyak kasus, perubahan ini akan terjadi dalam waktu yang cukup lama setelah kegiatan program telah dilaksanakan.
·       Dampak dapat termasuk ukuran meningkatnya kualitas hidup, meningkatnya kapasitas atau perubahan kebijakan.
·       Untuk  kegiatan yang sasaran jangka pendek atau dengan lingkup yang sempit atau terbatas, mungkin tidak perlu membahas dampak jangka panjang secara mendetil.
·         Sumber daya dan kegiatan, bagian ini menjelaskan bagaimana akan melaksanakan program dan sumber daya yang akan dibutuhkan agar programnya berhasil. Sumber daya dan kegiatan harus secara logis berkaitan dengan hasil yang ingin dicapai.
·           Sumber daya.
Ø Jenis sumber daya banyak sekali, diantaranya sumber daya manusia, finansial, organisasi dan masyarakat yang dibutuhkan agar program dapat dilaksanakan.
Ø Tentukan jumlah relawan dan pengalaman serta kemampuan mereka (profil dan resume relawan dapat juga diikutsertakan)
Ø Gambarkan sumber daya yang dimiliki.
·           Kegiatan
Ø Buatlah rencana kerja setiap tahapan
Ø Jelaskan mengapa tiap kegiatan dipilih
Ø Gambarkan tugas-tugas spesifik dan buat sejelas mungkin siapa yang bertanggungjawab atas beberapa hal berikut ini :
a.     Managemen keuangan
b.      Program Hasil
c.     Pelaporan
Ø Sampaikan lingkup kegiatan yang dapat dicapai dalam jangka waktu yang memungkinkan dengan sumber daya yang ada.
Ø Apabila program yang diajukan akan dilakukan dengan bermitra dengan kelompok lain, maka gambarkan peran mitra-mitranya, mengapa mereka perlu dilibatkan, apa yang disumbangkan oleh tiap miitra tersebut. Pastikan untuk membicarajan detail kerjasama dengan para mitra sebelum menyusun proposal.

·           Budget, bagian ini harus menggambarkan kemampuan untuk mengelola dana secara efektif dan bertanggungjawab.
Ø Jelaskan estimasi yang realistis mengenai jumlah dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan program yang diajukan
Ø Sebutkan sumber dananya  dari mana saja.
Ø Sebaiknya pernyataan budget ini ditampilkan dalam bentuk tabel.

·           Rencana monev, bagian ini merupakan hal yang penting untuk menentukan bagaimana melakukan monitoring dan evaluasi, apakah program telah berjalan sesuai rencana dan telah berhasil memperoleh hasil yang diinginkan serta seberapa efektif  implementasi program tersebut. Pada bagian ini juga digambarkan bagaimana cara menilai keberhasilan program, termasuk menentukan indikatpr keberhasilan yang dapat diukur untuk hasil jangka pendek maupun jangka panjang. Metode yang akan digunakan, bagaimana cara pengumpulan data dan analisa hasil.
·          Kesimpulan. Tahap ini adalah saat di mana harus menyempurnakan proposal dengan ikhtisar dan mengulangi poin-poin kunci dalam proposal .
Kesimpulan harus menggambarkan argumen  dan rangkuman singkat (setengah halaman) serta usahakan tanpa pengulangan :
•   Mengapa proyek tersebut penting;
• Mengapa organisasi anda adalah pihak yang tepat untuk melaksanakan proyek tersebut;
•   Mengapa lembaga donor harus mempertimbangkan proposal dari sudut pandang ;
      •    Apa yang bisa dicapai

·           Lampiran
Lampiran adalah semacam bonus tambahan, yang memberi rincian tambahan tanpa terlalu menambah panjang proposal. juga bisa melampirkan dokumen tambahan berisi informasi penting tanpa perlu menuliskannya. Tetapi, ada dua hal penting yang harus diingat dalam lampiran: a) jangan mencantumkan lampiran yang penuh dengan jargon; b) jangan terlalu mengandalkan lampiran – anggaplah selalu bahwa lembaga donor hanya akan melihat proposal.
Bebarapa gagasan untuk lampiran yang berguna:
• Laporan Tahunan;
• anggaran yang rinci;
• pernyataan audit terbaru;
• foto-foto berkaitan dengan konteks propoagm / kegiatan yang diusulkan dalam proposal;
• penjelasan teknis yang terperinci;
• jangka waktu yang rinci;
• laporan evaluasi yang relevan.
Berilah nomor pada lampiran  sehingga memudahkan pembaca dan cantumkanlah dalam daftar

i.       Tips untuk mengemas proposal, diantaranya:
·         Gunakan jenis huruf yang mudah dibaca, misalnya times roman atau arial, tahoma, dll, hindari penggunaan dari dua jenis huruf berbeda dalam satu halaman atau bagian.
·         Sisakan bagian-bagian putih tanpa meninggalkan kekosongan yang luas.
·         Lebih baik 1,5 spasi
·          Margin lebih baik 1 ¼   sampai 1 ½.
·         Jangan lupa beri nomor halaman
·          Format bullet atau angka mungkin dapat digunakan ketika mendaftarkan lebih dari tiga point dalam satu paragraf
·         Gunakan jenis kertas yang netral
·          Hindari kemasan yang tampak mahal dan mentereng
·          Selalu periksa ulang ejaan dan tata bahasa
·         Pastikan bahwa sumber referensi luar disebutkan dengan tepat, dengan menggunakan format catatan kaki atau catatan akhir yang mudah dilihat.
·         Letakan proposal beserta dokumen lain dalam sebuah folder atau binder.
·         Sertakan pula sebuah surat pengantar.



k. Setelah Proposal Dikirim
Jadi, proposal anda telah dikirimkan kepada lembaga donor/ lembaga pemerintah. Lalu apa yang harus dilakukan?
Setelah mengirimkan proposal, masih ada yang perlu dikerjakan. Ini bukan tahap akhir keterlibatan . Prosedur penentuan pemberian dana sangat bervariasi, dan proses pengambilan keputusan bisa berlangsung antara beberapa minggu sampai lebih dari enam bulan. Selama proses penentuan, lembaga donor mungkin akan membutuhkan informasi tambahan langsung dari BKM/LKM atau dari konsultan  atau rujukan profesional. harus bersabar tetapi harus tetap menjalankan tindakan lanjutan yang diperlukan.

Ada dua macam tindakan lanjutan terkait dengan penulisan proposal:
1. Tindakan semacam “apa yang sedang terjadi?”
Jika telah mengirim proposal, harus yakin bahwa proposal tersebut sudah diterima oleh lembaga donor. Kemudian yang harus anda lakukan hanyalah menunggu. Setelah beberapa waktu, misalnya tiga-empat minggu, harus menindak-lanjuti proposal tersebut. Tindakan lanjutan bisa diambil tergantung dari kapan orang dari lembaga donor akan mengabari untuk memberikan tanggapan, atau, jika merasa tidak yakin kapan akan mendapat tanggapan setelah kira-kira satu bulan atau enam minggu, maka perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
•  menelpon orang/perwakilan lembaga donor untuk menanyakan tentang proposal yang diajukan, dan kapan akan mendapat tanggapan; atau
•   melakukan hal di atas secara tertulis. Tulisan harus sopan dan persuasif tetapi tidak agresif.

Ingatlah: lembaga donor tidak berhutang apa pun kepada yang mengajukan proposal. Boleh saja  berharap bahwa orang dari lembaga donor akan membantu dan menghargai , tetapi tidak ada jaminan mengenai hal itu. Meskipun demikian, jangan sampai kita mendapat reputasi sebagai orang yang terlalu menuntut – karena hal itu akan tersebar di antara para lembaga donor sehingga akan membawa kegagalan bagi proposal yang mungkin anda kirimkan di masa depan.

2. Tindakan semacam “terima kasih”
Jika proposal yang diajukan cukup beruntung mendapatkan tanggapan, maka tindakan lanjutan ini akan membantu membangun ikatan yang kuat antara BKM/LKM dengan lembaga donor/lembaga pemerintah.

Sumber :
1.      Strategi untuk usulan efektif menulis Yang dikembangkan Diposkan oleh koalisi masyarakat yang sehat.

2.      Buklet Penulisan Proposal - VSO Indonesia - Spark Program Mata Pencaharian. proposal bisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar