Joko Widodo
Pada akhirya satria piningit yang ditunggu telah lahir dari demokrasi yang kuat legitimasinya dan beliau sosok sederhana yang terlahir dari rakyat pada umumnya.
Baru kali ini dimana rakyat jelata sujud syukur lahir dari kalangannya
SELAMAT SALAM TIGA JARI
Selasa, 22 Juli 2014
Senin, 21 Juli 2014
Selebrasi
Hari Kemenangan
Di saat yang telah ditentukan nanti kita
berharap bisa meraih moment itu sebagai kemenangan bersama dimana semua diri
bisa merasakan bila saat sebelumnya kita telah berupaya dengan sungguh, maka
pantaslah dirayakan baginya.
| Selebrasi |
Menjelang garis finish maka sprint harus
dilakukan sehingga mencatat skor terbaik yang pantas dibanggakan, dan disyukuri
bahwa moment itu masih ada dan datang kepada kita.
Sabtu, 19 Juli 2014
Mudik Lagi
Mudik
Sebuah
kebiasaan hanya ada di Indonesia, dimana beberapa hari menjelang hari Raya Idul
Fitri sampai pada waktunya setiap anak negeri yang merantau di luar kota atau luar negeri akan kembali ke
kampung halamannya untuk merayakan hari kemenangan bersama seluruh keluarga tercinta
selain sebagai wahana silaturahim juga moment berbagi kasih, kisah antar anggota
keluarga yang sekian lama tidak jumpa.
Kebiasaan ini membuat bangsa kita jadi unik sehingga mendorong beberapa sektor ekonomi kita yang bersentuhan langsung dengan masyarakatnya. Misalnya dibutuhkan sarana infrastruktur jalan yang setiap tahun harus diperbaiki sampai ribuan kilometer, Berbondong bondong berkendara motor yang penuh sesak dengan muatan barang dan orang sampai jalan Full seperti antrian tiket konser musik.
Juga
konsumsi BBM kita jadi melonjak subsidi harus bertambah, demikian hal nya
konsumsi makanan menjadi luar biasa, semua bagaikan kompetisi yang hebat bagi
setiap warganya berebut tiket perjalanan, baik pesawat, kereta api, bus dan
lainnya. Berlomba seakan moment itu tidak tergantikan.
Itulah
gambaran negeri ini semua campur aduk disaat yang bersamaan hanya di Indonesia.
Jumat, 18 Juli 2014
Mulai Dari Nol
Pad
kesempatan kali ini kita lanjutkan pembahasan yang masih tertinggal tentang
kewirausahaan, dimulai dari :
Pelajarilah
Dasar berbisnis.“Beli murah, Jual Tinggi, Bayar lambat, kumpulkan lebih awal”:
Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang
baik, belajar sambil bekerja, carilah Guru yang baik.
![]() |
| Menambahkan keterangan |
Ambillah
resiko. Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam
dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko
yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan
lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang
membedakan "entrepreneur" dengan "manager". Entrepreneur akan
lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager
dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.
Kerja
keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya
diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang.
Hampir semua sukses butuh kerja keras. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas
dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.
Melamunkan dan memimpikan kerjanya.
Bertemanlah
sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari
temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman.
Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu
menolong pada masa sulit.
Hadapi
kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam
intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak
"mematikan". Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan
bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah !
Lakukanlah
sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga.
Rabu, 16 Juli 2014
Jati diri
Jati
Diri
Diadaptasi dari Tulisan : Kisdarto
Atmosoeprapto: Temukan Kembali Jati Diri Anda
Untuk memulai usaha banyak para ahli menyarankan untuk terlebih dahulu mengenal diri kita sendiri secara mendalam, untuk menggali minat, gairah dalam melakukan tugas, dan menemukan banyak latar agar bisa bertahan dikala krisis.
Sebenarnya setiap manusia pada saat dilahirkan membawa atau ‘dibekali’ karakteristik
bawaan yang mulia ( human endowment ) sebagai Karunia Tuhan. Namun dalam perjalanan
hidup watak yang terbentuk bisa berbeda dari watak bawaannya, atau bahkan
bertentangan.
Menemukan
jati diri berarti menyadari, menghayati dan memahami untuk apa kita dilahirkan,
apa makna dari kelahiran dan hidup kita selanjutnya bagi kehidupan dan makna
kehidupan itu sendiri bagi diri kita.
Apabila
kita menyadari makna diri kita bagi kehidupan itu sendiri,kita akan tetap
menjaga dan memelihara potensi dan karakteristik bawaan kita serta
mengembangkannya untuk memperbaiki terus menerus kualitas hidup dan kehidupan.
Kesadaran ini akan menjadi dorongan yang kuat bagi diri kita untuk mengejar dan
mewujudkan cita – cita dan memaknai kehidupan kita sesuai dengan kebutuhan
dasar (kebutuhan yang paling tinggi nilainya) yaitu self transendence .
Kebutuhan tertinggi itu ‘merupakan
keseimbangan antara ‘selfish’ dan ‘selfless’ . Selfish mengandung arti ‘aku
yang teguh’ sedangkan selfless mengandung arti pengorbanan untuk sesama.
Mewujudkan
cita – cita, keberhasilannya lebih ditentukan oleh sikap mentalnya ( attitude )
ketimbang kemampuan atau kecakapannya (aptittude ). Sikap mental dibentuk oleh
dorongan dari dalam atau kemauan ( willingness ) seseorang, sedangkan kemampuan
( ability ) adalah rangsangan dari luar atau lingkungan. Kinerja seseorang
ditentukan oleh dua faktor utama tadi, bisa bersifat positif (konstruktif atau
membangun) bisa juga bersifat negatif (destruktif atau merusak), hal ini sangat
tergantung kepada sikap mental pelakunya. Bila sikap mental – nya positif,
kinerja yang dihasilkan akan bersifat positif. Sebaliknya, bila sikap mentalnya
negatif, kinerja yang dihasilkan juga akan negatif.
Kenyataannya ketika orang menyadari makna dirinya dalam kehidupan dan makna kehidupan bagi dirinya, segala perbuatan dalam hidupnya merupakan buah dari sikap mental positif-nya yang bersumber dari kesadaran menemukan "jati diri" - nya, kesadaran bahwa ia dilahirkan dengan bekal potensi dan karakteristik bawaan dan keberadaannya di dunia diharapkan bisa berperan - betapapun kecilnya - dalam memperbaiki kualitas kehidupan sebagai diinginkan oleh Sang Pencipta. Yang ditinggalkan manusia di dunia pada hakekatnya hanyalah amal perbuatannya, dia akan dikenang saat dalam hidupnya bermanfaat atau memiliki nilai bagi sesama. Oleh karena itu yang paling penting adalah apa yang diperbuat seseorang dalam hidupnya. Seperti kata pepatah: "Lebih baik menjadi orang yang tidak dikenal - namanya - tetapi berbuat sesuatu - yang bermanfaat, dari orang yang dikenal - namanya - akan tetapi tidak melakukan apapun".
Perbuatan
berawal dari pikiran, maka apa yang dipikirkan seseorang sebelum mewujudkannya
dalam perbuatan mempunyai peranan yang menentukan nilai dari hasil
perbuatannya. Apabila pikiran yang berkembang bisa ‘mendengarkan’ bisikan
nurani, berarti mampu menangkap maksud dan tujuan kehidupan ini diciptakan ,
maka pikiran itu akan memperoleh daya (power) luar biasa sehingga perbuatan
yang diwujudkannyapun mempunyai nilai yang besar.
Kitapun
sebenarnya perlu menyadari atau menemukan kembali jati diri kita sendiri
sebagai manusia, makhluk yang diciptakan lebih unggul dari segala makhluk
ciptaan Tuhan, dengan segala karakteristik dan potensi bawaan sejak lahir yang
bisa dikembangkan untuk mencapai kemanfaatan yang lebih besar bagi diri kita
sendiri dan bagi kehidupan secara keseluruhan agar selalu mengarah pada maksud,
tujuan dan kehendak Sang Pencipta.
Bila kita memiliki pendirian yang teguh dan keyakinan pada kebenaran yang selalu kita kejar, rintangan apa pun harus berani kita hadapi. Bila diri kita berdaya, tidak seorang pun bisa memberdayakan kita, bahkan kita bisa memberdayakan orang lain. Untuk menemukan jati diri kita, kenalilah terlebih dahulu diri kita; siapa sebenarnya kita. Hal tersebut bisa dilakukan cukup dengan perenungan pada perjalanan hidup yang sudah dilalui, kapan saja setiap saat, mawas diri pada apa yang selama ini telah kita peroleh dan telah kita amalkan dalam hidup kita.
Pandanglah
Diri Sebelum mengenali diri, pandanglah
terlebih dahulu diri kita. Cobalah berdiri di depan cermin, bayangan dalam
cermin itulah wujud diri. Dialah cermin kita, yang paling setia dan jujur. Kita
tidak akan bisa berbohong, karena setiap kali kita akan berbohong’ “kawan” anda
yang ada dalam cermin akan mengingatkannya. Kalau kita tidak berdiri dalam
cermin “kawan” kita tersebut sebenarnya “bersembunyi “ dalam diri kita, bahkan
pikiran kita. Itulah yang disebut “hati nurani”.
Jangan
sekali – kali mencemoohkan rupa atau wujud bayangan kita dalam cermin. Karena
jika kita mencemoohkannya berarti kita kecewa dengan diri sendiri dan akhirnya
orang lainpun akan mencemoohkan dan meremehkan kita.
Mengenali,
menemukan dan menyadari jati diri kita akan lebih memberdayakan diri kita
sehingga kita menjadi semakin kuat untuk menghadapi dan mengatasi segala rintangan
dan hambatan dalam hidup guna mewujudkan cita – cita kita, visi kita menuju
kesuksesan dalam hidup, membuat kualitas hidup kita menjadi lebih baik dan
berpeluang memperbaiki kualitas kehidupan bagi sesama. Bukankah itu yang
menjadi tujuan dan kehendak Sang Pencipta, untuk itu pulalah kita
dilahirkan dan kita dilahirkan sama,
dibekali karakteristik dan potensi yang sama pula.
Nah, Mulailah sekarang bercermin diri sehingga didapat jati diri sesungguhnya sehingga bisa membimbing Anda ke arah mana kesuksesan yang paling bersinar.
Selasa, 15 Juli 2014
Visi Yang Nyata
Mengembangkan Visi Pribadi Anda
Tahap kedua yang harus dilakukan adalah mengembangkan
visi, Tiap orang memiliki visi. Setiap
orang memiliki gambaran di benak mereka tentang apa yang mereka inginkan untuk
masa depan mereka. Mungkin anda
menginginkan pekerjaan yang lebih baik, atau menjadi lebih berpengaruh dalam
lingkungan anda. Latihan: Latihan Usaha
| Mobil Impian image |
Apa yang anda impikan bagi
diri anda sendiri dalam lima tahun yang akan datang?
Bagaimana anda ingin
tumbuh?
Apa yang anda impikan bagi
pekerjaan anda?
Apa yang Anda impikan bagi kehidupan keluarga dan pertemanan Anda?
Apa yang anda impikan
tentang dimana anda akan tinggal?
Apa yang anda impikan
tentang kesenangan dan rekreasi?
Apa yang anda impikan untuk
anda sendiri sebagai seorang pemimpin?
Visi
untuk kehidupan anda sendiri merupakan gambaran yang sederhana tentang dimana
anda ingin berada pada masa depan. Dan
visi untuk masyarakat, kelompok, atau organisasi anda merupakan gambaran yang
sederhana dimana anda menginginkan kelompok itu berada pada masa mendatang.
Tahap
Ketiga adalah, mengembangkan visi bagi masyarakat, kelompok, atau organisasi
anda
Anda telah melakukan latihan untuk menciptakan visi bagi diri anda sendiri,
cobalah untuk menciptakan dan menyampaikan visi tersebut di masyarakat,
kelompok, atau organisasi anda.
| Mobil Impian Image2 |
Ingatlah,
bagaimana cara anda melihat sesuatu merupakan langkah awal yang penting dalam
mengembangkan visi anda. Jangan mencoba
untuk berfikir seperti orang lain.
Percayai visi anda. tentang keadaan yang sebenarnya ada. Meskipun anda mungkin menciptakan visi bagi
masyarakat anda, visi tersebut merupakan pandangan pribadi anda.
Bayangkan
masyarakat anda dengan cara yang anda inginkan.
Tulis ide-ide anda. Jangan
khawatir dengan pendapat mereka. Hal ini
merupakan cara pintas seperti bagian dari menciptakan gagasan – menuangkan
segala yang ada dalam pikiran anda di atas kertas tanpa mengadili. Setelah itu anda dapat mengklarifikasi dan
memfokuskannya. Gunakan beberapa
pertanyaan dibawah ini untuk membantu anda memikirkan atau menentukan
pertanyaan anda sendiri:
![]() |
| Jati Diri pic |
Semakin
visi tersebut merefleksikan apa yang sebenarnya anda pikirkan dan anda
pedulikan, makin kuatlah visi tersebut.
Orang lebih suka merespon pesan anda jika mereka melihat anda peduli
akan masalah tersebut, daripada melihat anda sebagai figur politik yang
mebicarakan masalah yang abstrak. Latihan:
Seperti apa masyarakat anda terlihat
secara fisik? Seperti apa bangunan
yang ada? Seperti apa lokasi-lokasi umum
yang ada? Apakah aman berjalan di
sekitar lingkungan itu pada malam atau siang hari?
Bagaimana keputusan dibuat? Apakah keputusan itu adil bagi kelompok yang berbeda?
Apakah setiap kelompok mempunyai kesempatan yang sama? Apakah banyak orang yang
terlibat untuk saling membagi ide dan memecahkan masalah?
Dan
tentunya pertanyaan lain yag bisa dikembangkan berdasarkan perspektif pemikiran
yang berbeda, Asah terus Visi Anda dan berupaya merealisasikannya dengan nyata.
Sekian
</ Traffic ke Blog Anda>Senin, 14 Juli 2014
Vision and Dream
IMPIAN DAN VISI
Pembahasan kita lanjutkan meski kemarin didera sakit
jadi sedikit terhambat ok, Sekarang untuk sukses dibutuhkan mimpi besar
sekarang kita coba lebih mengarahkan kesana.
![]() |
| Your Vision.image |
Pertama, Sering bermimpi Bermimpi merupakan langkah
awal. Beranikan diri memimpikan apa yang
ingin anda lakukan dan apa yang mungkin dicapai. Jangan takut sering bermimpi. Anda selalu dapat mengurangi proporsi untuk
menyesuaikan dengan situasi yang nyata, tapi sering bermimpi akan membuat anda
berfikir tentang ide-ide yang sepertinya tidak mungkin, tapi kenyataannya
mungkin terjadi. Bermimpi juga mendorong
anda untuk berfikir jangka panjang, hal yang berguna untuk dilakukan.
Anda tidak rugi apapun, tidak mengeluarkan biaya
sedikitpun untuk bermimpi. Dapatkah anda
mengingat kembali waktu ketika anda mendapatkan ide gila di kepala anda dan
jantung anda berdetak lebih cepat dan anda berfikir apa yang terjadi jika anda
dapat membuat ide ini jadi nyata?
Mungkin anda berfikir sebentar, “Itu hal yang mustahil,
bagaimana bisa saya memikirkan hal bodoh seperti itu!”. Bagaimanapun, ide-ide yang kelihatannya bodoh
mungkin merupakan ide yang potensial.
Sering ide itu merupakan ide yang sama sekali baru. Belajarlah untuk menghargai dan mempercayai
naluri anda. Mari kita lihat bagaimana
cara bermimpi. Kita mulai dengan contoh
bayangan tentang bagaimana hal-hal yang sudah ada dalam masyarakat anda:
![]() |
| Aurora Pic |
Bayangkan bahwa anda pada saat ini tinggal di
lingkungan dimana orang-orangnya takut akan perbedaan yang ada pada
mereka. Anak-anak selalu rewel. Orang yang pulang dari bekerja selalu
langsung masuk ke rumah mereka tanpa memberi salam pada tetangganya. Beberapa orang berusaha sembuh dari alkohol,
tanpa seorangpun yang mengetahui atau menolong mereka. Di beberapa rumah terjadi kekerasan
keluarga.
Ini adalah satu contoh mimpi tentang bagaimana keadaan
bisa berbeda:
Jika anda mempunyai mimpi, jangan lepaskan. Buat menjadi sebuah visi dan rubah jadi
kenyataan.
Lili Fini Zanuck, seorang produser dan sutradara film,
berkata:”Tidak ada yang terjadi tanpa adanya mimpi. Dengan bermimpi, pikiran akan berkelana
menuju sesuatu yang lebih besar daripada yang dapat dibayangkan oleh pikiran
yang sadar. Makin anda bisa
memvisualisasikan mimpi anda, anda makin mengerti hal itu. Itulah cara bagaimana memulainya. Secepatnya anda berada dalam perjalanan
merealisasikan impian anda.
So mulailah mimpi anda
Minggu, 13 Juli 2014
Creat your Vision
Penciptaan
Visi
Dalam menciptakan visi ada beberapa tahapan yang harus
dilakukan, Ada tiga langkah dalam proses visi:
1. Mengembangkan visi anda
2. Mengkomunikasikan visi anda pada orang lain
3. Mengembangkan visi kelompok, bersama-sama dengan
kelompok
Bagian ini akan difokuskan pada dua langkah pertama,
bagaimana, sebagai pemimpin, anda mengembangkan visi anda dan mengkomunikasikan
hal itu pada orang lain. Juga
memfokuskan pada bagaimana menggunakan visi anda untuk menggerakkan orang lain
menuju tujuan yang telah ditentukan.
Mengapa anda perlu mengkomunikasikan visi anda kepada
orang lain? Karena tidak ada seorangpun yang bisa memutuskan untuk mengikuti
anda hingga ia mengetahui arah mana yang anda ambil. Jika visi anda merupakan sesuatu yang
menyentuh perasaan banyak orang dan jika anda bisa mengkomunikasikannya dengan
baik, orang akan bergabung untuk mencapai tujuan anda Visualisasikan Produk Anda
| Your Vision. pic |
Seperti yang dinyatakan Syracuse Cultural Workers:
“Tidak penting apa usaha yang kita lakukan untuk memberitahu, merupakan
kemampuan kita untuk memberikan inspirasi yang akan merubah keadaan.”
Membagi visi merupakan tugas inti seorang pemimpin –
sebuah visi memberi orang lain gambaran yang lebih besar tentang seperti apa
keadaannya. Hal itu membantu orang
meningkatkan harapan dan keinginan mereka; dan hal itu memberikan inspirasi. Ketika orang terinspirasi oleh sesuatu,
mereka lebih ingin mengerjakan hal itu.
Kapan anda butuh mengkomunikasikan visi anda? Setiap
waktu. Kapanpun anda berbicara dengan
orang lain mengenai kelompok atau organisasi anda, katakan pada orang itu apa
yang anda tuju. Makin sering anda
melakukan hal itu, makin banyak orang yang ingin memberikan dukungan bagi anda.
Meskipun anda belum membentuk kelompok atau organisasi,
penting bagi anda untuk membicarakan visi anda.
Setelah anda mengkomunikasikan hal itu pada orang lain, anda membuat
komunitas orang yang mengetahui ide anda dan siapa saja yang akan membantu
anda.
Disesi yang lain insyaalloh dilanjutkan ok
Sabtu, 12 Juli 2014
REALISASIKAN UANG ANDA
REALISASIKAN VISI ANDA JADI UANG
Kali ini saya ingin membahas tentang visi dimana sering
kita dengar ketika kampanye kemarin. Dan mengubahnya jadi nilai motivasi bagi
upaya yang produktif dan menghasilkan uang. Tentunya kita harus fahami terlebuh
dahulu apakah visi itu? Dan insyaalloh ditulisan berikutnya kita ciba bahas
tentang upaya merelisasikan visi tersebut ok.
Pertama Sebuah visi adalah sebuah gambaran anda tentang
bagaimana hal-hal itu seharusnya terjadi.
Visi merupakan gambaran image anda mengenai apa yang anda tuju. Contohnya: anda bisa memiliki gambaran semua
cara yang berbeda tentang keinginan anda memiliki lingkungan yang lebih
baik. Anda mungkin menginginkan memiliki
lingkungan yang bersih. Anda mungkin
ingin orang saling menjaga satu sama lain sehingga kejahatan berkurang. Anda mungkin menginginkan lingkungan dimana
orang mengenal baik satu sama lain sehingga bisa memecahkan masalah
bersama-sama.
![]() |
| Your vision pic |
Visi keseluruhan anda seperti sebuah papan iklan besar:
merupakan gambaran tentang lingkungan atau masyarakat ideal anda yang
mendapatkan ide anda secara kuat, akurat, dan cepat.
Pada pidato pelantikannya tahun 1961, John F. Kennedy
berkata, “Biarkan kedua kubu mencari untuk meminta keajaiban ilmu pengetahuan
daripada teror yang ditimbulkan ilmu pengetahuan. Bersama-sama kita dapat menjelajahi angkasa,
menaklukkan padang pasir, membuka rahasia kedalaman laut, dan mendukung
kesenian dan perdagangan.”
Promo Produk anda
Jika anda seorang pemimpin masyarakat, anda mungkin
sudah memiliki visi. Mungkin anda
menginginkan tetua masyarakat dapat hidup layak dan mandiri. Atau mungkin anda ingin sekolah di distrik
anda memberikan anak-anak dari berbagai latar belakang sebuah kesempatan yang
sama dalam peningkatan akademis. Atau
mungkin anda menginginkan sebuah masyarakat yang memiliki keahlian dan komitmen
untuk membicarakan masalah yang sulit dan memecahkannya secara bekerjasama.
Apapun visi anda bagi masyarakat, visi itu pasti penting. Mengapa? Karena tidak ada hal yang terjadi
hingga hal itu berada dalam pikiran seseorang Mulai sekarang mulailah bermimpi
menciptakan visi kita kedepan ok.
</ more traffic here>
Jumat, 11 Juli 2014
Honesty
“Wabah Virus” Ketidakjujuran
Mengikuti jejak hasil poling timbul dalam benak saya siapa yang sebenarnya jujur atau tidak, hal ini menimbulkan banyak keraguan dan keresahan. Sedikit saya cuplik tulisan dibawah dari: ”A Book of Wisdom”, Tasirun Sulaiman.
“Dan manusia itu ssungguhnya mencintai yang serba
cepat” (QS Al-Qayimah - 75 : 20 )
”Bermain Api” dengan ketidakjujuran
![]() |
| Air Embun.pic |
Masih perlukah sikap jujur, di negeri dimana moral
sudah tidak lagi bersendi? Moral sudah berserak- serak?. Korupsi dimana-mana:
dari birokrasi hingga lembaga perwakilan, dari pusat sampai ke desa, dari
pejabat tinggi sampai RT. Apakah tidak merugi kita bersikap jujur?.
Kejujuran adalah bawaan lahir manusia. Manusia
betapapun rusak akhlaknya, tetap mencintai kejujuran. Seorang penjahat sungguh
tidak pernah menginginkan anaknya menjadi penjahat. Seorang penipu tidak pernah terlintas dalam pikirannya
agar anaknya menjadi penipu juga. Bahkan seorang koruptor juga tidak ingin
anaknya melanjutkan karir sebagai koruptor.
Mereka yang tidak jujur sebenarnya memiliki rasa
bersalah. Mereka lantas menyalahkan keadaan: blaming the others. Seperti
menyalahkan punya anak banyak. Punya istri banyak. Teman-temannya juga
koruptor. Keadaan memaksa kalau tidak korup tidak akan langgeng menduduki
jabatan karena jabatan itu menjadi transaksi korupsi.
Manusia juga sesungguhnya menyukai cara-cara yang
instan dan cepat untuk mencapai tujuannya. Akhirnya, demi mencapai tujuan, cara
apa pun bisa ditempuh. Apakah bertentangan dengan moral dan ajaran agama, itu
tidak penting lagi. Yang penting adalah bagaimana saya mendapat keuntungan
sebesar-besarnya dalam tempo sesingkat-singkatnya. Masalah orang lain menderita
kerugian itu urusan lain.
Sekilas, ketidakjujuran terlihat menguntungkan, tapi
sesungguhnya ketidakjujuran justru awal dari kejatuhan. Tidak saja kejatuhan
moral dan integritas, tetapi kajatuhan ruhani. Bahkan, bisa dikatakan
kebangkrutan ruhani. Kalau terus menerus tidak jujur, lama-lama dia akan
hancur.
Jalan kejujuran itu mirip dengan istilah jalan yang
benar: jalan benar bukan berarti lurus seperti jalan tol. Tapi bisa jadi jalan
yang benar itu berkelok-kelok. Sementara itu ketidakjujuran mirip dengan jalan
pintas yang mengahantarkan seseorang tapi membahayakan. Ketidakjujuran terlihat
dari luarnya menguntungkan, tapi sesungguhnya merugikan karena mengorbankan
sesuatu yang paling berharga sebagai mansuia: concience atau hati nurani. Orang
yang tidak jujur selalu bertentangan dan bertarung dengan dirinya. Oleh
karenanya, dia tidak akan pernah merasakan kepuasan dan kebahagiaan hidup.
Sekali seseorang berlaku tidak jujur, maka dia juga
akan melakukan hal yang sama untuk kasus- kasus lainnya. Jadi, ketidakjujuran
ibarat bara api yang akan merembet dan menghabiskan gulungan kayu, bahkan
hutan. Susah dihentikan. Hati –hatilah dengan perbuatan tidak jujur, meski
hanya sekali.
Kamis, 10 Juli 2014
Hitung Cepat
COUNT CEPAT
Peluang Cepat Cair
Setelah mengikuti poling quick count pemilu 2014 pada tanggal 9 Juli kemarin terjadi perbedaan yang mencolok, dua kandidat mendeklarasikan kemenangannya sehingga hal ini membingungkan masyarakat umum sehingga cenderung berdampak konlik ditataran grass root. Terlepas dari itu semua kita bisa menahan diri sampai KPU (Komosi Pemilihan Umum) menetapkannya pada tanggal 22 Juli 2014 untuk menetapkan Pemenang sebenarnya.Sedikit saya cuplik tulisan tentang kepemimpinan.
Standard Tunggal Perilaku
(Bahasa Dari Buku Keshavan Nair, A Standar Tinggi Of Leadership)
Ketika kepemimpinan memberikan contoh teladan, standar
gandapun merasuki organisasi. Dalam bisnis, karyawan baru yang ingin cepat
sukses memahami benar bagaimana permainan dimainkan, dan banyak yang
meninggalkan idealismenya demi mengejar sukses. Banyak diantara kita pernah
hadir dipertemuan-pertemuan dimana kita menyaksikan seorang mendapatkan pujian
dan penghargaan untuk suatu pekerjaan yang tidak mereka lakukan. Kita telah
menyaksikan orang-orang secara sengaja menyembunyikan data dan sumber informasi
untuk menghalangi peluang sukses rekan-rekan mereka.Penerimaan standar yang
rendah ini juga terdapat di luar arena perusahaan dan arena poitik; mulai dari
konsultan atau pengacara yang menambahkan jam-jam ekstra ketika mengenakan
biaya pada kliennya, sampai ke montir mobil yang mengenakan biaya untuk
pekerjaan yang tidak mereka lakukan,belum lagi orang-orang yang menyerahkan
klaim asuransi dalam jumlah yang membengkak.
Menjadi orang yang dewasa-seorang sesepuh atau orang
tua, dalam banyak hal berarti menjadi seorang yang berada digaris depan
kepemimpinan. Beberapa tahun yang lalu, saya mampir kesebuah restoran, duduk di
satu meja bersama sepasang suami istri bersama putri mereka yang masih remaja.
Ketika tanda terima kartu kredit tiba, sang ayah menuliskan sesuatu dibaliknya.
Putrinya mengambilnya, memeriksanya dan berkata dengan agak keras “Tetapi, dia
kan tidak makan bersama kita?” Kedua orang tua sang gadis remaja tersebut
saling berpandangan tanpa berkata sepatah katapun. Di sini, standar ganda
perilaku difokuskan pada tingkat paling mendasar, yakni dalam keluarga. Siorang
tua, tanpa menyadari contoh yang diberikan, telah memperagakan bahwa berbohong
dalam keadaan-keadaan tertentu adalah suatu hal yang layak dilakukan. Sang anak
pun diperkenalkan pada standar ganda. Memberikan contoh merupakan hal yang
penting bagi peran kepemimpinan.
Untuk membela standar ganda, beberapa orang menunjuk
pada fakta bahwa banyak individu dengan moralitas pribadi yang masih
dipertanyakan mengerjakan tugas-tugas pelayanan publik yang penting dan banyak
individu yang perilakunya dalam masyarakat dicurigai adalah anggota-anggota
keluarga dan teman-teman yang baik. Ini memang benar, tetapi kenyataannya
adalah bahwa rasa hormat kita terhadap para pemimpin kita akan hilang jika kita
sendiri tidak menyetujui perilaku mereka (publik maupun pribadi). Pemimpin yang
tidak menghormati kita akan berkurang legitimasi kepemimpinannya dan akan
kehilangan kepercayaan dari kita. Pemimpin yang tidak dipercaya sulit untuk
bersaing dengan pemimpin lainnya dalam meraih kejayaan. Hal ini bukan saja
membuat kepemimpinan mereka kurang efektif, tetapi juga dapat membawa
kemunduran menyeluruh terhadap harapan rakyat. Kita merasa putus asa dan
menjadi sinis karena kita tak dapat mempercayai para pemimpin kita sendiri.
Maka terjadilah kemerosotan dalam jiwa kita sendiri.
Perdebatan-perdebatan tentang teori-teori ekonomi dan
bisnis seperti tentang pasar bebas, peranan pemerintah, maksimalisasi laba dan
strategi bersaing tidak memberi dampak yang berarti pada sifat kepemimpinan
atau masyarakat. Tetapi kesetiaan kita pada standar tunggal, ya. Idealisme
merupakan santapan jiwa. Jika kita kehilangan idealisme, kita kehilangan
kedalaman sebagai individu, kita berarti berhenti berfikir dan berhenti
berusaha untuk berubah, dan yang paling penting adalah kita kehilangan rasa
persaudaraan dengan orang lain. Kehilangan rasa persaudaraan inilah yang
menyulut tindakan kekerasan di sekeliling kita. Untuk menciptakan masyarakat
yang harmonis, kemajuan ekonomi haruslah dilingkupi oleh komitmen terhadap
idealisme. Untuk menyitir apa yang dikatakan duaribu tahun yang lalu: “Apa yang
akan dicapai suatu bangsa melalui kemajuan ekonominya jika ia kehilangan
jiwanya?”.
Tidaklah cukup mendesak orang untuk hidup dengan
standar tunggal; kita harus membuatnya lebih praktis. Kita membutuhkan pedoman,
sehingga setiap individu di semua segmen dalam masyarakat kita, mulai dari
pemimpin potensial di sekolah dan universitas sampai orangtua dan guru, mulai
dari para pemimpin di komunitas kita sampai para pemimpin di tingkat nasional
dan internasional dapat memahami dan mencoba untuk mengikuti. Kita harus
meletakkan di hadapan kita serangkaian proses bagi upaya mencapai standar
tunggal dalam berperilaku. Setiap orang akan menyaksikan jalannya sendiri dalam
proses ini. </ Promosikan Produk Anda>
Upaya keras untuk mencapai idealisme membutuhkan
komitmen. Ini tidak berbeda dari berusaha mencapai kesempurnaan dalam bidang
kegiatan apapun, dari olahraga sampai ilmu pengetahuan, dari musik sampai
matematika. Meskipun demikian, ada dua perbedaan penting. Berusaha keras untuk
sebuah idealisme yang bertalian dengan perilaku individual lebih sulit karena
ia mencakup segala sesuatu yang kita perbuat. Dipihak lain, tiap orang memiliki
potensi untuk mencapai kesempurnaan-kita semua dapat mengatakan bahwa diri kita
berbakat.
Ada lima komitmen dasar yang membimbing kita ke suatu
standar kepemimpinan yang lebih tinggi:
• Kembangkan landasan bagi standar tunggal: pegang
teguh nilai-nilai absolut.
• Kembangkan pedoman yang akan menguatkan anda dalam
perjalanan itu: teguhkan hati dalam melatih hati nurani anda.
• Kurangi godaan-godaan yang membawa Anda keluar jalur: teguhkan iman.
• Bersiaplah untuk menghadapi pemeriksaan: teguhkan
kemauan untuk mengurangi kerahasiaan.
Upaya ke arah tercapainya suatu standar moral tunggal
amatlah sulit dalam konteks kepemimpinan adalah banyaknya penerapannya harus
dilakukan di depan publik. Keberanian merupakan kualitas pribadi yang penting
yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelima komitmen diatas. Ini adalah
keberanian jiwa yang dikaitkan dengan kemauan yang gigih. Kita masing-masing
harus membuat komitmen untuk hidup berdasarkan standar tunggal dalam
berperilaku, karena jika kita melakukannya, para pemimpin kita pun harus
mengikutinya.
Demikian semoga ini bisa menjadikan referensi anda
dalam mengharmonisasikan dalam keseharian kita.
Rabu, 09 Juli 2014
PARTISIPASI PRO
| Partisipasi pic |
PARTISIPASI
Pemilu tahun 2014 kali ini lebih baik dimana terjadi
partisipasi masyarakat yang masif tapi sejauh mana kadarnya, tentunya kita bisa
meneropongnya dengan kaidah dan pengertian tentang partisipatif yang akan
menentukan seberapa kuat legelasi yang ditimbulkannya.
Pengertian Pengertian partisipasi ini juga telah
mengalami berbagai penyimpangan sehingga lebih mendekati apa yang sering
disebut sebagai “mobilisasi” atau malah sering kali diartikan sebagai ”rekayasa
sosial” dimana masyarakat tetap saja didudukkan sebagai obyek pembangunan.
Beberapa pengertian partisipasi yang dapat dipakai sebagai acuan adalah sebagai
berikut: Pelibatan diri pada suatu tekad yang telah menjadi kesepakatan bersama
(Hasan Poerbo)
a) Keterlibatan secara suka rela dalam membuat & melaksanakan keputusan secara langsung mempengaruhi kehidupan mereka, .... (UNCHS, 1991), pelibatan secara Suka rela Diposkan oleh 'masyarakat Dalam, pengambilan Dan pelaksanaan keputusan yang langsung menyangkut Hidup mereka .... ..
b) Sebuah proses sukarela dimana orang termasuk yang kurang beruntung (pendapatan, jenis kelamin, etnis, pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan keputusan yang mempengaruhi mereka (Deepa Narayan, 1995), Suatu alt Proses Yang Wajar dim 'masyarakat termasuk Yang kurang beruntung (PENGHASILAN, jenis kelamin, suku, Pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan pengambilan keputusan Yang langsung menyangkut Hidup mereka
Ciri - ciri partisipasi Partisipasi masyarakat selalu
memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
a) Bersifat proaktif dan bukan reaktif artinya masyarakat
ikut menalar baru bertindak.
b) Ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat
c) Ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut
d) Ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam posisi yang setara
Jenjang partisipasi Ibu Sherry Arntein, seorang
sosiolog mencoba membuat jenjang partisipasi dalam delapan jenjang, dimana
tingkat terendah adalah “manipulasi” atau “rekayasa sosial” dan yang tertinggi
adalah bila terjadi “kontrol sosial” atau “pengendalian oleh masyarakat”.
Kemudian delapan jenjang tersebut dikelompokkan lagi
menjadi 3 kelompok sebagai berikut ini
Kelompok yang paling rendah adalah: Non Partisipasi Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai
dari yang terendah adalah:
b) Terapi, yaitu pendekatan yang mendudukkan masyarakat sebagai pihak yang tidak tahu apa-apa (orang sakit) dan harus percaya terhadap apa yang diputuskan oleh pemerintah (dokter) Kelompok menengah adalah yang memiliki Harga Hadiah (tokenism) Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
c) Informasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan
pemberian informasi akan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah seperti
pemasyarakatan program, dll
d) Konsultasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultansi tentang apa yang akan dilakukan oleh pemerintah di lokasi yang bersangkutan
e) Penenteraman, yaitu pendekatan pembangunan dengan
misalnya merekrut tokoh-tokoh masyarakat untuk duduk dalam panitia pembangunan
sebagai upaya menenteramkan masyarakat tetapi keputusan tetap ditangan
pemerintah. Ketiga pendekatan ini tetap mendudukkan masyarakat sebagai obyek
dimana kewenangan pengambilan keputusan tetap berada di tangan pemerintah.
Kelompok tertinggi adalah yang memiliki Kadar Kedaulatan Rakyat Termasuk
didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
f) Kerjasama, yaitu pendekatan pembangunan yang mendudukkan masyarakat sebagai mitra pembangunan yang setara sehingga keputusan dimusyawarahkan dan diputuskan bersama
g) Pendelegasian, yaitu pendekatan pembangunan yang memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat untuk mengambil keputusan yang langsung menyangkut kehidupan mereka.
h) Kontrol sosial, yaitu pendekatan pembangunan dimana
keputusan tertinggi dan pengendalian ada di tangan masyarakat.
Kesimpulannya partisipasi baru benar-benar terjadi bila
memiliki kadar kedaulatan rakyat yang cukup dan kadar kedaulatan rakyat
tertinggi adalah terjadinya kontrol sosial ( social control/citizen control )
dimana keputusan penting dan pengendalian pembangunan ada di tangan rakyat.
Demikian, sekarang anda bisa menakar sejauh mana partipasi dan legislasi pemilu sekarang 2014 sehingga, kita berharap besar bisa memperbaiki nasib bangsa ini ke depan.
Selasa, 08 Juli 2014
SINERGI
SINERGI
Dalam upaya meraih tujuan bersama dibutuhkan sinergi, apa itu sinergi berikut pemaparannya.
Pengertian Secara umum sinergi diratikan bila hasil
kerjasama lebih banyak dibanding dengan penjumlahan hasil masing-masing Sinergi
juga merupakan suatu proses, jadi bukan sekedar kerja sesaat, untuk mewujudkan
alternatif ketiga sehingga akan terjadi budaya kerjasama yang kreatif.
Ciri - ciri sinergi
Sinergi selalu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
![]() |
| IKN Koi pic |
a) Berorientasi pada hasil bersama
b) Punya tujuan bersama
c) Mengembangkan berbagai alternatif ketiga
d) Kolaborasi secara kreatif,
e) Merupakan proses
Untuk memperjelas pengertian sinergi dapat dilihat juga
apa yang bukan sinergi sebagai berikut ini
a) Bukan sekedar sumbang saran
b) Bukan teknik negosiasi
c) Bukan menyerah terhadap pendapat pihak lain
d) Bukan persaingan / teknik bersaing
Perbedaan antara Sinergi dan Kompromi Untuk makin
memperjelas pengertian sinergi maka sinergi dibandingkan dengan kompromi:
Sinergi : 1 plus 1 > dari 2 Kompromi
: 1 plus 1 < dari 2, oleh sebab ada bagian yang dikorbankan.
Persyaratan Terjadi Sinergi
a) Ada perbedaan atau keragaman
b) Ada sikap menang-menang
c) Ada upaya untuk mengerti terlebih dahulu
d) Hargai perbedaan
e) Jakin bersama akan menemukan alternatif ketiga. Gambaran tadi bisa diaplikasikansegera di kondisianda sekarang.
Langganan:
Postingan (Atom)










