Selasa, 22 Juli 2014

SALAM TIGA JARI

Joko Widodo

Pada akhirya satria piningit yang ditunggu telah lahir dari demokrasi yang kuat legitimasinya dan beliau sosok sederhana yang terlahir dari rakyat pada umumnya.


Baru kali ini dimana rakyat jelata sujud syukur lahir dari kalangannya

SELAMAT SALAM TIGA JARI

Senin, 21 Juli 2014

Selebrasi

Hari Kemenangan

Di saat yang telah ditentukan nanti kita berharap bisa meraih moment itu sebagai kemenangan bersama dimana semua diri bisa merasakan bila saat sebelumnya kita telah berupaya dengan sungguh, maka pantaslah dirayakan baginya.

Selebrasi
Menjelang garis finish maka sprint harus dilakukan sehingga mencatat skor terbaik yang pantas dibanggakan, dan disyukuri bahwa moment itu masih ada dan datang kepada kita.






Sabtu, 19 Juli 2014

Mudik Lagi

Mudik

Sebuah kebiasaan hanya ada di Indonesia, dimana beberapa hari menjelang hari Raya Idul Fitri sampai pada waktunya setiap anak negeri yang merantau  di luar kota atau luar negeri akan kembali ke kampung halamannya untuk merayakan hari kemenangan bersama seluruh keluarga tercinta selain sebagai wahana silaturahim juga moment berbagi kasih, kisah antar anggota keluarga yang sekian lama tidak jumpa.

Kebiasaan ini membuat bangsa kita jadi unik sehingga mendorong beberapa sektor ekonomi kita yang bersentuhan langsung dengan masyarakatnya. Misalnya dibutuhkan sarana infrastruktur jalan yang setiap tahun harus diperbaiki sampai ribuan kilometer, Berbondong bondong  berkendara motor yang penuh sesak dengan muatan barang dan orang sampai jalan Full seperti antrian tiket konser musik.

Juga konsumsi BBM kita jadi melonjak subsidi harus bertambah, demikian hal nya konsumsi makanan menjadi luar biasa, semua bagaikan kompetisi yang hebat bagi setiap warganya berebut tiket perjalanan, baik pesawat, kereta api, bus dan lainnya. Berlomba seakan moment itu tidak tergantikan.


Itulah gambaran negeri ini semua campur aduk disaat yang bersamaan hanya di Indonesia. 





























Jumat, 18 Juli 2014

Mulai Dari Nol


Mulailah Dari Nol
Bisa mulai di sini

Pad kesempatan kali ini kita lanjutkan pembahasan yang masih tertinggal tentang kewirausahaan, dimulai dari :

Pelajarilah Dasar berbisnis.“Beli murah, Jual Tinggi, Bayar lambat, kumpulkan lebih awal”: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, carilah Guru yang baik. 

Menambahkan keterangan
Ambillah resiko. Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan "entrepreneur" dengan "manager". Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju. 

Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita.. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu. 

Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua sukses butuh kerja keras. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya. Melamunkan dan memimpikan kerjanya. 

Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit. 

Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak "mematikan". Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah ! 

Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarang juga. 






Rabu, 16 Juli 2014

Jati diri

Jati Diri

Diadaptasi dari Tulisan : Kisdarto Atmosoeprapto: Temukan Kembali Jati Diri Anda
Untuk memulai usaha banyak para ahli menyarankan untuk terlebih dahulu mengenal diri kita sendiri secara mendalam, untuk menggali minat, gairah dalam melakukan tugas, dan menemukan banyak latar agar bisa bertahan   dikala krisis.

Sebenarnya setiap manusia pada saat dilahirkan membawa atau ‘dibekali’ karakteristik bawaan yang mulia ( human endowment ) sebagai Karunia Tuhan. Namun dalam perjalanan hidup watak yang terbentuk bisa berbeda dari watak bawaannya, atau bahkan bertentangan.  

Menemukan jati diri berarti menyadari, menghayati dan memahami untuk apa kita dilahirkan, apa makna dari kelahiran dan hidup kita selanjutnya bagi kehidupan dan makna kehidupan itu sendiri bagi diri kita.  

Apabila kita menyadari makna diri kita bagi kehidupan itu sendiri,kita akan tetap menjaga dan memelihara potensi dan karakteristik bawaan kita serta mengembangkannya untuk memperbaiki terus menerus kualitas hidup dan kehidupan. Kesadaran ini akan menjadi dorongan yang kuat bagi diri kita untuk mengejar dan mewujudkan cita – cita dan memaknai kehidupan kita sesuai dengan kebutuhan dasar (kebutuhan yang paling tinggi nilainya) yaitu self transendence . Kebutuhan tertinggi itu  ‘merupakan keseimbangan antara ‘selfish’ dan ‘selfless’ . Selfish mengandung arti ‘aku yang teguh’ sedangkan selfless mengandung arti pengorbanan untuk sesama. 

Mewujudkan cita – cita, keberhasilannya lebih ditentukan oleh sikap mentalnya ( attitude ) ketimbang kemampuan atau kecakapannya (aptittude ). Sikap mental dibentuk oleh dorongan dari dalam atau kemauan ( willingness ) seseorang, sedangkan kemampuan ( ability ) adalah rangsangan dari luar atau lingkungan. Kinerja seseorang ditentukan oleh dua faktor utama tadi, bisa bersifat positif (konstruktif atau membangun) bisa juga bersifat negatif (destruktif atau merusak), hal ini sangat tergantung kepada sikap mental pelakunya. Bila sikap mental – nya positif, kinerja yang dihasilkan akan bersifat positif. Sebaliknya, bila sikap mentalnya negatif, kinerja yang dihasilkan juga akan negatif.  

Kenyataannya ketika orang menyadari makna dirinya dalam kehidupan dan makna kehidupan bagi dirinya, segala perbuatan dalam hidupnya merupakan buah dari sikap mental positif-nya yang bersumber dari kesadaran menemukan "jati diri" - nya, kesadaran bahwa ia dilahirkan dengan bekal potensi dan karakteristik bawaan dan keberadaannya di dunia diharapkan bisa berperan - betapapun kecilnya - dalam memperbaiki kualitas kehidupan sebagai diinginkan oleh Sang Pencipta. Yang ditinggalkan manusia di dunia pada hakekatnya hanyalah amal perbuatannya, dia akan dikenang saat dalam hidupnya bermanfaat atau memiliki nilai bagi sesama. Oleh karena itu yang paling penting adalah apa yang diperbuat seseorang dalam hidupnya. Seperti kata pepatah: "Lebih baik menjadi orang yang tidak dikenal - namanya - tetapi berbuat sesuatu - yang bermanfaat, dari orang yang dikenal - namanya - akan tetapi tidak melakukan apapun".

Perbuatan berawal dari pikiran, maka apa yang dipikirkan seseorang sebelum mewujudkannya dalam perbuatan mempunyai peranan yang menentukan nilai dari hasil perbuatannya. Apabila pikiran yang berkembang bisa ‘mendengarkan’ bisikan nurani, berarti mampu menangkap maksud dan tujuan kehidupan ini diciptakan , maka pikiran itu akan memperoleh daya (power) luar biasa sehingga perbuatan yang diwujudkannyapun mempunyai nilai yang besar.  
 
Kitapun sebenarnya perlu menyadari atau menemukan kembali jati diri kita sendiri sebagai manusia, makhluk yang diciptakan lebih unggul dari segala makhluk ciptaan Tuhan, dengan segala karakteristik dan potensi bawaan sejak lahir yang bisa dikembangkan untuk mencapai kemanfaatan yang lebih besar bagi diri kita sendiri dan bagi kehidupan secara keseluruhan agar selalu mengarah pada maksud, tujuan dan kehendak Sang Pencipta. 

Bila kita memiliki pendirian yang teguh dan keyakinan pada kebenaran yang selalu kita kejar, rintangan apa pun harus berani kita hadapi. Bila diri kita berdaya, tidak seorang pun bisa memberdayakan kita, bahkan kita bisa memberdayakan orang lain. Untuk menemukan jati diri kita, kenalilah terlebih dahulu diri kita; siapa sebenarnya kita. Hal tersebut bisa dilakukan cukup dengan perenungan pada perjalanan hidup yang sudah dilalui, kapan saja setiap saat, mawas diri pada apa yang selama ini telah kita peroleh dan telah kita amalkan dalam hidup kita. 

Pandanglah Diri  Sebelum mengenali diri, pandanglah terlebih dahulu diri kita. Cobalah berdiri di depan cermin, bayangan dalam cermin itulah wujud diri. Dialah cermin kita, yang paling setia dan jujur. Kita tidak akan bisa berbohong, karena setiap kali kita akan berbohong’ “kawan” anda yang ada dalam cermin akan mengingatkannya. Kalau kita tidak berdiri dalam cermin “kawan” kita tersebut sebenarnya “bersembunyi “ dalam diri kita, bahkan pikiran kita. Itulah yang disebut “hati nurani”.
Jangan sekali – kali mencemoohkan rupa atau wujud bayangan kita dalam cermin. Karena jika kita mencemoohkannya berarti kita kecewa dengan diri sendiri dan akhirnya orang lainpun akan mencemoohkan dan meremehkan kita.  

Temukan Jati Diri Untuk mengenali diri kita bisa mencari sendiri lewat  perenungan, mawas diri dan lain – lain. Kekuatiran bahwa bila kita mencari sendiri akan terlalu subjektif karena “ego” atau “aku” sebenarnya bergantung pada seberapa besar “ego” kita dan apakah kita hanya sekedar ingin tahu atau sadar merupakan kebutuhan kita untuk mengetahui atau mengenali jati diri kita. Juga bergantung apakah kita mau membohongi diri kita sendiri – yang sebenarnya sesuatu yang tidak mungkin kita lakukan – atau jujur pada diri kita sendiri.
Mengenali, menemukan dan menyadari jati diri kita akan lebih memberdayakan diri kita sehingga kita menjadi semakin kuat untuk menghadapi dan mengatasi segala rintangan dan hambatan dalam hidup guna mewujudkan cita – cita kita, visi kita menuju kesuksesan dalam hidup, membuat kualitas hidup kita menjadi lebih baik dan berpeluang memperbaiki kualitas kehidupan bagi sesama. Bukankah itu yang menjadi tujuan dan kehendak Sang Pencipta, untuk itu pulalah kita dilahirkan  dan kita dilahirkan sama, dibekali karakteristik dan potensi yang sama pula.    

Nah, Mulailah sekarang bercermin diri sehingga didapat jati diri sesungguhnya sehingga bisa membimbing Anda ke arah mana kesuksesan yang paling bersinar.

Selasa, 15 Juli 2014

Visi Yang Nyata

Mengembangkan Visi Pribadi Anda
Tahap kedua yang harus dilakukan adalah mengembangkan visi, Tiap orang memiliki visi.  Setiap orang memiliki gambaran di benak mereka tentang apa yang mereka inginkan untuk masa depan mereka.  Mungkin anda menginginkan pekerjaan yang lebih baik, atau menjadi lebih berpengaruh dalam lingkungan anda. Latihan: Latihan Usaha

Mobil Impian image
Apa yang anda impikan bagi diri anda sendiri dalam lima tahun yang akan datang?
Bagaimana anda ingin tumbuh?
Apa yang anda impikan bagi pekerjaan anda?
Apa yang Anda impikan bagi kehidupan keluarga dan pertemanan Anda?
Apa yang anda impikan tentang dimana anda akan tinggal?
Apa yang anda impikan tentang kesenangan dan rekreasi?
Apa yang anda impikan untuk anda sendiri sebagai seorang pemimpin?

Visi untuk kehidupan anda sendiri merupakan gambaran yang sederhana tentang dimana anda ingin berada pada masa depan.  Dan visi untuk masyarakat, kelompok, atau organisasi anda merupakan gambaran yang sederhana dimana anda menginginkan kelompok itu berada pada masa mendatang.

Tahap Ketiga adalah, mengembangkan visi bagi masyarakat, kelompok, atau organisasi
anda Anda telah melakukan latihan untuk menciptakan visi bagi diri anda sendiri, cobalah untuk menciptakan dan menyampaikan visi tersebut di masyarakat, kelompok, atau organisasi anda.  

Mobil Impian Image2
Ingatlah, bagaimana cara anda melihat sesuatu merupakan langkah awal yang penting dalam mengembangkan visi anda.  Jangan mencoba untuk berfikir seperti orang lain.  Percayai visi anda. tentang keadaan yang sebenarnya ada.  Meskipun anda mungkin menciptakan visi bagi masyarakat anda, visi tersebut merupakan pandangan pribadi anda. 

Bayangkan masyarakat anda dengan cara yang anda inginkan.  Tulis ide-ide anda.  Jangan khawatir dengan pendapat mereka.  Hal ini merupakan cara pintas seperti bagian dari menciptakan gagasan – menuangkan segala yang ada dalam pikiran anda di atas kertas tanpa mengadili.  Setelah itu anda dapat mengklarifikasi dan memfokuskannya.  Gunakan beberapa pertanyaan dibawah ini untuk membantu anda memikirkan atau menentukan pertanyaan anda sendiri:

Jati Diri pic
Semakin visi tersebut merefleksikan apa yang sebenarnya anda pikirkan dan anda pedulikan, makin kuatlah visi tersebut.  Orang lebih suka merespon pesan anda jika mereka melihat anda peduli akan masalah tersebut, daripada melihat anda sebagai figur politik yang mebicarakan masalah yang abstrak. Latihan:

Seperti apa masyarakat anda terlihat secara fisik? Seperti apa bangunan yang ada?  Seperti apa lokasi-lokasi umum yang ada?  Apakah aman berjalan di sekitar lingkungan itu pada malam atau siang hari?
Bagaimana keputusan dibuat? Apakah keputusan itu adil bagi kelompok yang berbeda? Apakah setiap kelompok mempunyai kesempatan yang sama? Apakah banyak orang yang terlibat untuk saling membagi ide dan memecahkan masalah?

Dan tentunya pertanyaan lain yag bisa dikembangkan berdasarkan perspektif pemikiran yang berbeda, Asah terus Visi Anda dan berupaya merealisasikannya dengan nyata. Sekian

</ Traffic ke Blog Anda>
 lalu lintas situs web gratis dan promosi  

Senin, 14 Juli 2014

Vision and Dream

IMPIAN DAN VISI

Pembahasan kita lanjutkan meski kemarin didera sakit jadi sedikit terhambat ok, Sekarang untuk sukses dibutuhkan mimpi besar sekarang kita coba lebih mengarahkan kesana.

Your Vision.image
Pertama, Sering bermimpi Bermimpi merupakan langkah awal.  Beranikan diri memimpikan apa yang ingin anda lakukan dan apa yang mungkin dicapai.  Jangan takut sering bermimpi.  Anda selalu dapat mengurangi proporsi untuk menyesuaikan dengan situasi yang nyata, tapi sering bermimpi akan membuat anda berfikir tentang ide-ide yang sepertinya tidak mungkin, tapi kenyataannya mungkin terjadi.  Bermimpi juga mendorong anda untuk berfikir jangka panjang, hal yang berguna untuk dilakukan. 

Anda tidak rugi apapun, tidak mengeluarkan biaya sedikitpun untuk bermimpi.  Dapatkah anda mengingat kembali waktu ketika anda mendapatkan ide gila di kepala anda dan jantung anda berdetak lebih cepat dan anda berfikir apa yang terjadi jika anda dapat membuat ide ini jadi nyata?

Mungkin anda berfikir sebentar, “Itu hal yang mustahil, bagaimana bisa saya memikirkan hal bodoh seperti itu!”.  Bagaimanapun, ide-ide yang kelihatannya bodoh mungkin merupakan ide yang potensial.  Sering ide itu merupakan ide yang sama sekali baru.  Belajarlah untuk menghargai dan mempercayai naluri anda.  Mari kita lihat bagaimana cara bermimpi.  Kita mulai dengan contoh bayangan tentang bagaimana hal-hal yang sudah ada dalam masyarakat anda:

Aurora Pic
Bayangkan bahwa anda pada saat ini tinggal di lingkungan dimana orang-orangnya takut akan perbedaan yang ada pada mereka.  Anak-anak selalu rewel.  Orang yang pulang dari bekerja selalu langsung masuk ke rumah mereka tanpa memberi salam pada tetangganya.  Beberapa orang berusaha sembuh dari alkohol, tanpa seorangpun yang mengetahui atau menolong mereka.  Di beberapa rumah terjadi kekerasan keluarga. 

Ini adalah satu contoh mimpi tentang bagaimana keadaan bisa berbeda:
Bayangkan bahwa anda pada saat ini tinggal di lingkungan dimana orang dari kebudayaan yang berbeda mengenal satu sama lain dan saling menyukai.  Dalam lingkungan ini, orang saling mengunjungi.  Mereka saling mengundang makan malam dan mengenal anak-anaknya.  Orang cukup sering berkomunikasi hingga mereka mengetahui kapan tetangganya berada dalam kesulitan atau membutuhkan bantuan.  Ketika seseorang ditimpa musibah, yang lain memberikan bantuan meski tanpa diminta. 
Jika anda mempunyai mimpi, jangan lepaskan.  Buat menjadi sebuah visi dan rubah jadi kenyataan.

Lili Fini Zanuck, seorang produser dan sutradara film, berkata:”Tidak ada yang terjadi tanpa adanya mimpi.  Dengan bermimpi, pikiran akan berkelana menuju sesuatu yang lebih besar daripada yang dapat dibayangkan oleh pikiran yang sadar.  Makin anda bisa memvisualisasikan mimpi anda, anda makin mengerti hal itu.  Itulah cara bagaimana memulainya.  Secepatnya anda berada dalam perjalanan merealisasikan impian anda.


So mulailah mimpi anda



Minggu, 13 Juli 2014

Creat your Vision

Penciptaan Visi

Dalam menciptakan visi ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, Ada tiga langkah dalam proses visi:

1. Mengembangkan visi anda
2. Mengkomunikasikan visi anda pada orang lain
3. Mengembangkan visi kelompok, bersama-sama dengan kelompok

Bagian ini akan difokuskan pada dua langkah pertama, bagaimana, sebagai pemimpin, anda mengembangkan visi anda dan mengkomunikasikan hal itu pada orang lain.  Juga memfokuskan pada bagaimana menggunakan visi anda untuk menggerakkan orang lain menuju tujuan yang telah ditentukan.

Mengapa anda perlu mengkomunikasikan visi anda kepada orang lain? Karena tidak ada seorangpun yang bisa memutuskan untuk mengikuti anda hingga ia mengetahui arah mana yang anda ambil.  Jika visi anda merupakan sesuatu yang menyentuh perasaan banyak orang dan jika anda bisa mengkomunikasikannya dengan baik, orang akan bergabung untuk mencapai tujuan anda Visualisasikan Produk Anda

Your Vision. pic
Seperti yang dinyatakan Syracuse Cultural Workers: “Tidak penting apa usaha yang kita lakukan untuk memberitahu, merupakan kemampuan kita untuk memberikan inspirasi yang akan merubah keadaan.”
Membagi visi merupakan tugas inti seorang pemimpin – sebuah visi memberi orang lain gambaran yang lebih besar tentang seperti apa keadaannya.  Hal itu membantu orang meningkatkan harapan dan keinginan mereka; dan hal itu memberikan inspirasi.  Ketika orang terinspirasi oleh sesuatu, mereka lebih ingin mengerjakan hal itu.

Kapan anda butuh mengkomunikasikan visi anda? Setiap waktu.  Kapanpun anda berbicara dengan orang lain mengenai kelompok atau organisasi anda, katakan pada orang itu apa yang anda tuju.  Makin sering anda melakukan hal itu, makin banyak orang yang ingin memberikan dukungan bagi anda.


Meskipun anda belum membentuk kelompok atau organisasi, penting bagi anda untuk membicarakan visi anda.  Setelah anda mengkomunikasikan hal itu pada orang lain, anda membuat komunitas orang yang mengetahui ide anda dan siapa saja yang akan membantu anda.

Disesi yang lain insyaalloh dilanjutkan ok

 lalu lintas situs web gratis dan promosi </ for more traffic>

Sabtu, 12 Juli 2014

REALISASIKAN UANG ANDA

REALISASIKAN VISI ANDA JADI UANG

Kali ini saya ingin membahas tentang visi dimana sering kita dengar ketika kampanye kemarin. Dan mengubahnya jadi nilai motivasi bagi upaya yang produktif dan menghasilkan uang. Tentunya kita harus fahami terlebuh dahulu apakah visi itu? Dan insyaalloh ditulisan berikutnya kita ciba bahas tentang upaya merelisasikan visi tersebut ok.

Pertama Sebuah visi adalah sebuah gambaran anda tentang bagaimana hal-hal itu seharusnya terjadi.  Visi merupakan gambaran image anda mengenai apa yang anda tuju.  Contohnya: anda bisa memiliki gambaran semua cara yang berbeda tentang keinginan anda memiliki lingkungan yang lebih baik.  Anda mungkin menginginkan memiliki lingkungan yang bersih.  Anda mungkin ingin orang saling menjaga satu sama lain sehingga kejahatan berkurang.  Anda mungkin menginginkan lingkungan dimana orang mengenal baik satu sama lain sehingga bisa memecahkan masalah bersama-sama.

Your vision pic
Setiap hari, sejalan dengan kehidupan anda, anda mungkin menemukan diri anda memikirkan caranya agar keadaan bisa lebih baik lagi.  Jika anda mengumpulkan seluruh potongan-potongan tentang bagaimana keadaan seharusnya terjadi, anda memiliki visi secara menyeluruh.  Sekali anda mengumpulkan potongan-potongan itu, visi keseluruhan anda mungkin: sebuah lingkungan yang akrab, aman, dan bersih; dimana setiap orang saling mengenal, seperti saling mendukung, dan mengatasi perbedaan bersama-sama.

Visi keseluruhan anda seperti sebuah papan iklan besar: merupakan gambaran tentang lingkungan atau masyarakat ideal anda yang mendapatkan ide anda secara kuat, akurat, dan cepat.

Pada pidato pelantikannya tahun 1961, John F. Kennedy berkata, “Biarkan kedua kubu mencari untuk meminta keajaiban ilmu pengetahuan daripada teror yang ditimbulkan ilmu pengetahuan.  Bersama-sama kita dapat menjelajahi angkasa, menaklukkan padang pasir, membuka rahasia kedalaman laut, dan mendukung kesenian dan perdagangan.”

Tiap pemimpin mempunyai sebuah visi.  Bagi Nelson Mandela, visinya adalah Afrika Selatan tanpa apartheid.  Bagi Lech Walesa, visinya adalah Polandia dijalankan oleh para pekerja dan orang-orang sipil.  Bagi Susan B. Anthony, visinya adalah wanita Amerika memiliki hak untuk memilih.  Meskipun contoh tadi dari pemimpin-pemimpin terkenal, mereka tidak jauh berbeda dengan pemimpin masyarakat yang memiliki visi bagi masyarakat sekitar.
Promo Produk anda
Jika anda seorang pemimpin masyarakat, anda mungkin sudah memiliki visi.  Mungkin anda menginginkan tetua masyarakat dapat hidup layak dan mandiri.  Atau mungkin anda ingin sekolah di distrik anda memberikan anak-anak dari berbagai latar belakang sebuah kesempatan yang sama dalam peningkatan akademis.  Atau mungkin anda menginginkan sebuah masyarakat yang memiliki keahlian dan komitmen untuk membicarakan masalah yang sulit dan memecahkannya secara bekerjasama.

Apapun visi anda bagi masyarakat, visi itu pasti penting.  Mengapa? Karena tidak ada hal yang terjadi hingga hal itu berada dalam pikiran seseorang Mulai sekarang mulailah bermimpi menciptakan visi kita kedepan ok. 
 lalu lintas situs web gratis dan promosi </ more traffic here>

Jumat, 11 Juli 2014

Honesty


“Wabah Virus” Ketidakjujuran

Mengikuti jejak hasil poling timbul dalam benak saya siapa yang sebenarnya jujur atau tidak, hal ini menimbulkan banyak keraguan dan keresahan. Sedikit saya cuplik tulisan dibawah dari: ”A Book of Wisdom”, Tasirun Sulaiman.

“Dan manusia itu ssungguhnya mencintai yang serba cepat” (QS Al-Qayimah - 75 : 20 )
”Bermain Api” dengan ketidakjujuran

Air Embun.pic
Masih perlukah sikap jujur, di negeri dimana moral sudah tidak lagi bersendi? Moral sudah berserak- serak?. Korupsi dimana-mana: dari birokrasi hingga lembaga perwakilan, dari pusat sampai ke desa, dari pejabat tinggi sampai RT. Apakah tidak merugi kita bersikap jujur?.

Kejujuran adalah bawaan lahir manusia. Manusia betapapun rusak akhlaknya, tetap mencintai kejujuran. Seorang penjahat sungguh tidak pernah menginginkan anaknya menjadi penjahat. Seorang penipu tidak pernah terlintas dalam pikirannya agar anaknya menjadi penipu juga. Bahkan seorang koruptor juga tidak ingin anaknya melanjutkan karir sebagai koruptor.

Mereka yang tidak jujur sebenarnya memiliki rasa bersalah. Mereka lantas menyalahkan keadaan: blaming the others. Seperti menyalahkan punya anak banyak. Punya istri banyak. Teman-temannya juga koruptor. Keadaan memaksa kalau tidak korup tidak akan langgeng menduduki jabatan karena jabatan itu menjadi transaksi korupsi.

Kenapa korupsi merajalela?. Karena moral dan kejujuran sudah tidak dibudayakan. Moral dan kejujuran sebagai hiasan dan formalitas saja. Nama boleh diawali dengan Haji, KH, DR, SH, apalagi gelar-gelar yang mencerminkan manusia berpendidikan dan mengerti apa itu etika-kaidah benar dan salah-tapi kalau sudah berdekatan dengan masalah uang, langsung meleleh. Berubah warna dan pudar.
Manusia juga sesungguhnya menyukai cara-cara yang instan dan cepat untuk mencapai tujuannya. Akhirnya, demi mencapai tujuan, cara apa pun bisa ditempuh. Apakah bertentangan dengan moral dan ajaran agama, itu tidak penting lagi. Yang penting adalah bagaimana saya mendapat keuntungan sebesar-besarnya dalam tempo sesingkat-singkatnya. Masalah orang lain menderita kerugian itu urusan lain.

Sekilas, ketidakjujuran terlihat menguntungkan, tapi sesungguhnya ketidakjujuran justru awal dari kejatuhan. Tidak saja kejatuhan moral dan integritas, tetapi kajatuhan ruhani. Bahkan, bisa dikatakan kebangkrutan ruhani. Kalau terus menerus tidak jujur, lama-lama dia akan hancur.

Jalan kejujuran itu mirip dengan istilah jalan yang benar: jalan benar bukan berarti lurus seperti jalan tol. Tapi bisa jadi jalan yang benar itu berkelok-kelok. Sementara itu ketidakjujuran mirip dengan jalan pintas yang mengahantarkan seseorang tapi membahayakan. Ketidakjujuran terlihat dari luarnya menguntungkan, tapi sesungguhnya merugikan karena mengorbankan sesuatu yang paling berharga sebagai mansuia: concience atau hati nurani. Orang yang tidak jujur selalu bertentangan dan bertarung dengan dirinya. Oleh karenanya, dia tidak akan pernah merasakan kepuasan dan kebahagiaan hidup.

Sekali seseorang berlaku tidak jujur, maka dia juga akan melakukan hal yang sama untuk kasus- kasus lainnya. Jadi, ketidakjujuran ibarat bara api yang akan merembet dan menghabiskan gulungan kayu, bahkan hutan. Susah dihentikan. Hati –hatilah dengan perbuatan tidak jujur, meski hanya sekali.
Mulailah dengan kejujuran itu yang akan membawa atau menuntun mu ke Surga  

 lalu lintas situs web gratis dan promosi </More Traffic Here>

Kamis, 10 Juli 2014

Hitung Cepat


COUNT CEPAT
Peluang Cepat Cair

Setelah mengikuti poling quick count pemilu 2014 pada tanggal 9 Juli kemarin terjadi perbedaan yang mencolok, dua kandidat mendeklarasikan kemenangannya sehingga hal ini membingungkan masyarakat umum sehingga cenderung berdampak konlik ditataran grass root. Terlepas dari itu semua kita bisa menahan diri sampai KPU (Komosi Pemilihan Umum) menetapkannya pada tanggal 22 Juli 2014 untuk menetapkan Pemenang sebenarnya.Sedikit saya cuplik tulisan tentang kepemimpinan.

Standard Tunggal Perilaku
(Bahasa Dari Buku Keshavan Nair, A Standar Tinggi Of Leadership) 


Ketika kepemimpinan memberikan contoh teladan, standar gandapun merasuki organisasi. Dalam bisnis, karyawan baru yang ingin cepat sukses memahami benar bagaimana permainan dimainkan, dan banyak yang meninggalkan idealismenya demi mengejar sukses. Banyak diantara kita pernah hadir dipertemuan-pertemuan dimana kita menyaksikan seorang mendapatkan pujian dan penghargaan untuk suatu pekerjaan yang tidak mereka lakukan. Kita telah menyaksikan orang-orang secara sengaja menyembunyikan data dan sumber informasi untuk menghalangi peluang sukses rekan-rekan mereka.Penerimaan standar yang rendah ini juga terdapat di luar arena perusahaan dan arena poitik; mulai dari konsultan atau pengacara yang menambahkan jam-jam ekstra ketika mengenakan biaya pada kliennya, sampai ke montir mobil yang mengenakan biaya untuk pekerjaan yang tidak mereka lakukan,belum lagi orang-orang yang menyerahkan klaim asuransi dalam jumlah yang membengkak.
Menjadi orang yang dewasa-seorang sesepuh atau orang tua, dalam banyak hal berarti menjadi seorang yang berada digaris depan kepemimpinan. Beberapa tahun yang lalu, saya mampir kesebuah restoran, duduk di satu meja bersama sepasang suami istri bersama putri mereka yang masih remaja. Ketika tanda terima kartu kredit tiba, sang ayah menuliskan sesuatu dibaliknya. Putrinya mengambilnya, memeriksanya dan berkata dengan agak keras “Tetapi, dia kan tidak makan bersama kita?” Kedua orang tua sang gadis remaja tersebut saling berpandangan tanpa berkata sepatah katapun. Di sini, standar ganda perilaku difokuskan pada tingkat paling mendasar, yakni dalam keluarga. Siorang tua, tanpa menyadari contoh yang diberikan, telah memperagakan bahwa berbohong dalam keadaan-keadaan tertentu adalah suatu hal yang layak dilakukan. Sang anak pun diperkenalkan pada standar ganda. Memberikan contoh merupakan hal yang penting bagi peran kepemimpinan.
Untuk membela standar ganda, beberapa orang menunjuk pada fakta bahwa banyak individu dengan moralitas pribadi yang masih dipertanyakan mengerjakan tugas-tugas pelayanan publik yang penting dan banyak individu yang perilakunya dalam masyarakat dicurigai adalah anggota-anggota keluarga dan teman-teman yang baik. Ini memang benar, tetapi kenyataannya adalah bahwa rasa hormat kita terhadap para pemimpin kita akan hilang jika kita sendiri tidak menyetujui perilaku mereka (publik maupun pribadi). Pemimpin yang tidak menghormati kita akan berkurang legitimasi kepemimpinannya dan akan kehilangan kepercayaan dari kita. Pemimpin yang tidak dipercaya sulit untuk bersaing dengan pemimpin lainnya dalam meraih kejayaan. Hal ini bukan saja membuat kepemimpinan mereka kurang efektif, tetapi juga dapat membawa kemunduran menyeluruh terhadap harapan rakyat. Kita merasa putus asa dan menjadi sinis karena kita tak dapat mempercayai para pemimpin kita sendiri. Maka terjadilah kemerosotan dalam jiwa kita sendiri.
Untuk meningkatkan legitimasi dan rasa hormat terhadap suatu kepemimpinan dan terhadap sistem di mana kita hidup, kita harus menerima standar tunggal; standar tunggal dalam berperilaku, baik dalam kehidupan publik maupun dalam kehidupan pribadi. Ini bukan seruan untuk menjadikan kita sempurna; ini merupakan sesuatu untuk mengukur tindakan kita; sesuatu untuk kita usahakan dengan keras dan untuk menolong diri kita sendiri dalam mengontrol ketidak sempurnaan kita. 
Perdebatan-perdebatan tentang teori-teori ekonomi dan bisnis seperti tentang pasar bebas, peranan pemerintah, maksimalisasi laba dan strategi bersaing tidak memberi dampak yang berarti pada sifat kepemimpinan atau masyarakat. Tetapi kesetiaan kita pada standar tunggal, ya. Idealisme merupakan santapan jiwa. Jika kita kehilangan idealisme, kita kehilangan kedalaman sebagai individu, kita berarti berhenti berfikir dan berhenti berusaha untuk berubah, dan yang paling penting adalah kita kehilangan rasa persaudaraan dengan orang lain. Kehilangan rasa persaudaraan inilah yang menyulut tindakan kekerasan di sekeliling kita. Untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, kemajuan ekonomi haruslah dilingkupi oleh komitmen terhadap idealisme. Untuk menyitir apa yang dikatakan duaribu tahun yang lalu: “Apa yang akan dicapai suatu bangsa melalui kemajuan ekonominya jika ia kehilangan jiwanya?”.
Tidaklah cukup mendesak orang untuk hidup dengan standar tunggal; kita harus membuatnya lebih praktis. Kita membutuhkan pedoman, sehingga setiap individu di semua segmen dalam masyarakat kita, mulai dari pemimpin potensial di sekolah dan universitas sampai orangtua dan guru, mulai dari para pemimpin di komunitas kita sampai para pemimpin di tingkat nasional dan internasional dapat memahami dan mencoba untuk mengikuti. Kita harus meletakkan di hadapan kita serangkaian proses bagi upaya mencapai standar tunggal dalam berperilaku. Setiap orang akan menyaksikan jalannya sendiri dalam proses ini. </ Promosikan Produk Anda>
Upaya keras untuk mencapai idealisme membutuhkan komitmen. Ini tidak berbeda dari berusaha mencapai kesempurnaan dalam bidang kegiatan apapun, dari olahraga sampai ilmu pengetahuan, dari musik sampai matematika. Meskipun demikian, ada dua perbedaan penting. Berusaha keras untuk sebuah idealisme yang bertalian dengan perilaku individual lebih sulit karena ia mencakup segala sesuatu yang kita perbuat. Dipihak lain, tiap orang memiliki potensi untuk mencapai kesempurnaan-kita semua dapat mengatakan bahwa diri kita berbakat.
Ada lima komitmen dasar yang membimbing kita ke suatu standar kepemimpinan yang lebih tinggi:
• Kembangkan landasan bagi standar tunggal: pegang teguh nilai-nilai absolut.
• Milikilah idealisme: Teguhkan hati dalam menempuh perjalanan anda.
• Kembangkan pedoman yang akan menguatkan anda dalam perjalanan itu: teguhkan hati dalam melatih hati nurani anda.
• Kurangi godaan-godaan yang membawa Anda keluar jalur: teguhkan iman.
• Bersiaplah untuk menghadapi pemeriksaan: teguhkan kemauan untuk mengurangi kerahasiaan.
Upaya ke arah tercapainya suatu standar moral tunggal amatlah sulit dalam konteks kepemimpinan adalah banyaknya penerapannya harus dilakukan di depan publik. Keberanian merupakan kualitas pribadi yang penting yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelima komitmen diatas. Ini adalah keberanian jiwa yang dikaitkan dengan kemauan yang gigih. Kita masing-masing harus membuat komitmen untuk hidup berdasarkan standar tunggal dalam berperilaku, karena jika kita melakukannya, para pemimpin kita pun harus mengikutinya.

Demikian semoga ini bisa menjadikan referensi anda dalam mengharmonisasikan dalam keseharian kita.

 lalu lintas situs web gratis dan promosi </ more Traffic>

Rabu, 09 Juli 2014

PARTISIPASI PRO

Partisipasi pic
PARTISIPASI

Pemilu tahun 2014 kali ini lebih baik dimana terjadi partisipasi masyarakat yang masif tapi sejauh mana kadarnya, tentunya kita bisa meneropongnya dengan kaidah dan pengertian tentang partisipatif yang akan menentukan seberapa kuat legelasi yang ditimbulkannya.
Pengertian Pengertian partisipasi ini juga telah mengalami berbagai penyimpangan sehingga lebih mendekati apa yang sering disebut sebagai “mobilisasi” atau malah sering kali diartikan sebagai ”rekayasa sosial” dimana masyarakat tetap saja didudukkan sebagai obyek pembangunan. Beberapa pengertian partisipasi yang dapat dipakai sebagai acuan adalah sebagai berikut: Pelibatan diri pada suatu tekad yang telah menjadi kesepakatan bersama (Hasan Poerbo)

a) Keterlibatan secara suka rela dalam membuat & melaksanakan keputusan secara langsung mempengaruhi kehidupan mereka, .... (UNCHS, 1991), pelibatan secara Suka rela Diposkan oleh 'masyarakat Dalam, pengambilan Dan pelaksanaan keputusan yang langsung menyangkut Hidup mereka .... ..
b) Sebuah proses sukarela dimana orang termasuk yang kurang beruntung (pendapatan, jenis kelamin, etnis, pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan keputusan yang mempengaruhi mereka (Deepa Narayan, 1995), Suatu alt Proses Yang Wajar dim 'masyarakat termasuk Yang kurang beruntung (PENGHASILAN, jenis kelamin, suku, Pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan pengambilan keputusan Yang langsung menyangkut Hidup mereka 

Ciri - ciri partisipasi Partisipasi masyarakat selalu memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
a) Bersifat proaktif dan bukan reaktif artinya masyarakat ikut menalar baru bertindak.
b) Ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat
c) Ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut
d) Ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam posisi yang setara 
Jenjang partisipasi Ibu Sherry Arntein, seorang sosiolog mencoba membuat jenjang partisipasi dalam delapan jenjang, dimana tingkat terendah adalah “manipulasi” atau “rekayasa sosial” dan yang tertinggi adalah bila terjadi “kontrol sosial” atau “pengendalian oleh masyarakat”. 
                                                                                   Promosikan Produk anda disini
Kemudian delapan jenjang tersebut dikelompokkan lagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut ini  Kelompok yang paling rendah adalah: Non Partisipasi  Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
a) Manipulasi/rekayasa sosial, yaitu pendekatan yang mendudukkan masyarakat sebagai obyek pembangunan dan dimanipulasi agar sesuai dengan harapan/program yang telah dirumuskan oleh pengambil keputusan (pemerintah)
b) Terapi, yaitu pendekatan yang mendudukkan masyarakat sebagai pihak yang tidak tahu apa-apa (orang sakit) dan harus percaya terhadap apa yang diputuskan oleh pemerintah (dokter) Kelompok menengah adalah yang memiliki Harga Hadiah (tokenism) Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
c) Informasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan pemberian informasi akan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah seperti pemasyarakatan program, dll
d) Konsultasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultansi tentang apa yang akan dilakukan oleh pemerintah di lokasi yang bersangkutan
e) Penenteraman, yaitu pendekatan pembangunan dengan misalnya merekrut tokoh-tokoh masyarakat untuk duduk dalam panitia pembangunan sebagai upaya menenteramkan masyarakat tetapi keputusan tetap ditangan pemerintah. Ketiga pendekatan ini tetap mendudukkan masyarakat sebagai obyek dimana kewenangan pengambilan keputusan tetap berada di tangan pemerintah. Kelompok tertinggi adalah yang memiliki Kadar Kedaulatan Rakyat Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
f) Kerjasama, yaitu pendekatan pembangunan yang mendudukkan masyarakat sebagai mitra pembangunan yang setara sehingga keputusan dimusyawarahkan dan diputuskan bersama
g) Pendelegasian, yaitu pendekatan pembangunan yang memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat untuk mengambil keputusan yang langsung menyangkut kehidupan mereka.
h) Kontrol sosial, yaitu pendekatan pembangunan dimana keputusan tertinggi dan pengendalian ada di tangan masyarakat.
Kesimpulannya partisipasi baru benar-benar terjadi bila memiliki kadar kedaulatan rakyat yang cukup dan kadar kedaulatan rakyat tertinggi adalah terjadinya kontrol sosial ( social control/citizen control ) dimana keputusan penting dan pengendalian pembangunan ada di tangan rakyat.

Demikian, sekarang anda bisa menakar sejauh mana partipasi dan legislasi pemilu sekarang 2014 sehingga, kita berharap besar bisa memperbaiki nasib bangsa ini ke depan.
 lalu lintas situs web gratis dan promosi
</ Untuk Lalu Lintas> </ A>

Selasa, 08 Juli 2014

SINERGI

SINERGI
Dalam upaya meraih tujuan bersama dibutuhkan sinergi, apa itu sinergi berikut pemaparannya.
Pengertian Secara umum sinergi diratikan bila hasil kerjasama lebih banyak dibanding dengan penjumlahan hasil masing-masing Sinergi juga merupakan suatu proses, jadi bukan sekedar kerja sesaat, untuk mewujudkan alternatif ketiga sehingga akan terjadi budaya kerjasama yang kreatif. 

Ciri - ciri sinergi
Sinergi selalu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

IKN Koi pic
a) Berorientasi pada hasil bersama
b) Punya tujuan bersama
c) Mengembangkan berbagai alternatif ketiga
d) Kolaborasi secara kreatif,
e) Merupakan proses

Untuk memperjelas pengertian sinergi dapat dilihat juga apa yang bukan sinergi sebagai berikut ini 

a) Bukan sekedar sumbang saran
b) Bukan teknik negosiasi
c) Bukan menyerah terhadap pendapat pihak lain
d) Bukan persaingan / teknik bersaing 

Perbedaan antara Sinergi dan Kompromi Untuk makin memperjelas pengertian sinergi maka sinergi dibandingkan dengan kompromi: Sinergi  : 1 plus 1 > dari 2 Kompromi : 1 plus 1 < dari 2, oleh sebab ada bagian yang dikorbankan. 

Persyaratan Terjadi Sinergi
a) Ada perbedaan atau keragaman
b) Ada sikap menang-menang
c) Ada upaya untuk mengerti terlebih dahulu
d) Hargai perbedaan
e) Jakin bersama akan menemukan alternatif ketiga.  
Gambaran tadi  bisa diaplikasikansegera di kondisianda sekarang.

Promosikan produk anda disini free
 lalu lintas situs web gratis dan promosi </ banyak lalu lintas>