| Partisipasi pic |
PARTISIPASI
Pemilu tahun 2014 kali ini lebih baik dimana terjadi
partisipasi masyarakat yang masif tapi sejauh mana kadarnya, tentunya kita bisa
meneropongnya dengan kaidah dan pengertian tentang partisipatif yang akan
menentukan seberapa kuat legelasi yang ditimbulkannya.
Pengertian Pengertian partisipasi ini juga telah
mengalami berbagai penyimpangan sehingga lebih mendekati apa yang sering
disebut sebagai “mobilisasi” atau malah sering kali diartikan sebagai ”rekayasa
sosial” dimana masyarakat tetap saja didudukkan sebagai obyek pembangunan.
Beberapa pengertian partisipasi yang dapat dipakai sebagai acuan adalah sebagai
berikut: Pelibatan diri pada suatu tekad yang telah menjadi kesepakatan bersama
(Hasan Poerbo)
a) Keterlibatan secara suka rela dalam membuat & melaksanakan keputusan secara langsung mempengaruhi kehidupan mereka, .... (UNCHS, 1991), pelibatan secara Suka rela Diposkan oleh 'masyarakat Dalam, pengambilan Dan pelaksanaan keputusan yang langsung menyangkut Hidup mereka .... ..
b) Sebuah proses sukarela dimana orang termasuk yang kurang beruntung (pendapatan, jenis kelamin, etnis, pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan keputusan yang mempengaruhi mereka (Deepa Narayan, 1995), Suatu alt Proses Yang Wajar dim 'masyarakat termasuk Yang kurang beruntung (PENGHASILAN, jenis kelamin, suku, Pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan pengambilan keputusan Yang langsung menyangkut Hidup mereka
Ciri - ciri partisipasi Partisipasi masyarakat selalu
memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
a) Bersifat proaktif dan bukan reaktif artinya masyarakat
ikut menalar baru bertindak.
b) Ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat
c) Ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut
d) Ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam posisi yang setara
Jenjang partisipasi Ibu Sherry Arntein, seorang
sosiolog mencoba membuat jenjang partisipasi dalam delapan jenjang, dimana
tingkat terendah adalah “manipulasi” atau “rekayasa sosial” dan yang tertinggi
adalah bila terjadi “kontrol sosial” atau “pengendalian oleh masyarakat”.
Kemudian delapan jenjang tersebut dikelompokkan lagi
menjadi 3 kelompok sebagai berikut ini
Kelompok yang paling rendah adalah: Non Partisipasi Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai
dari yang terendah adalah:
b) Terapi, yaitu pendekatan yang mendudukkan masyarakat sebagai pihak yang tidak tahu apa-apa (orang sakit) dan harus percaya terhadap apa yang diputuskan oleh pemerintah (dokter) Kelompok menengah adalah yang memiliki Harga Hadiah (tokenism) Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
c) Informasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan
pemberian informasi akan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah seperti
pemasyarakatan program, dll
d) Konsultasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultansi tentang apa yang akan dilakukan oleh pemerintah di lokasi yang bersangkutan
e) Penenteraman, yaitu pendekatan pembangunan dengan
misalnya merekrut tokoh-tokoh masyarakat untuk duduk dalam panitia pembangunan
sebagai upaya menenteramkan masyarakat tetapi keputusan tetap ditangan
pemerintah. Ketiga pendekatan ini tetap mendudukkan masyarakat sebagai obyek
dimana kewenangan pengambilan keputusan tetap berada di tangan pemerintah.
Kelompok tertinggi adalah yang memiliki Kadar Kedaulatan Rakyat Termasuk
didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
f) Kerjasama, yaitu pendekatan pembangunan yang mendudukkan masyarakat sebagai mitra pembangunan yang setara sehingga keputusan dimusyawarahkan dan diputuskan bersama
g) Pendelegasian, yaitu pendekatan pembangunan yang memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat untuk mengambil keputusan yang langsung menyangkut kehidupan mereka.
h) Kontrol sosial, yaitu pendekatan pembangunan dimana
keputusan tertinggi dan pengendalian ada di tangan masyarakat.
Kesimpulannya partisipasi baru benar-benar terjadi bila
memiliki kadar kedaulatan rakyat yang cukup dan kadar kedaulatan rakyat
tertinggi adalah terjadinya kontrol sosial ( social control/citizen control )
dimana keputusan penting dan pengendalian pembangunan ada di tangan rakyat.
Demikian, sekarang anda bisa menakar sejauh mana partipasi dan legislasi pemilu sekarang 2014 sehingga, kita berharap besar bisa memperbaiki nasib bangsa ini ke depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar