Rabu, 09 Juli 2014

PARTISIPASI PRO

Partisipasi pic
PARTISIPASI

Pemilu tahun 2014 kali ini lebih baik dimana terjadi partisipasi masyarakat yang masif tapi sejauh mana kadarnya, tentunya kita bisa meneropongnya dengan kaidah dan pengertian tentang partisipatif yang akan menentukan seberapa kuat legelasi yang ditimbulkannya.
Pengertian Pengertian partisipasi ini juga telah mengalami berbagai penyimpangan sehingga lebih mendekati apa yang sering disebut sebagai “mobilisasi” atau malah sering kali diartikan sebagai ”rekayasa sosial” dimana masyarakat tetap saja didudukkan sebagai obyek pembangunan. Beberapa pengertian partisipasi yang dapat dipakai sebagai acuan adalah sebagai berikut: Pelibatan diri pada suatu tekad yang telah menjadi kesepakatan bersama (Hasan Poerbo)

a) Keterlibatan secara suka rela dalam membuat & melaksanakan keputusan secara langsung mempengaruhi kehidupan mereka, .... (UNCHS, 1991), pelibatan secara Suka rela Diposkan oleh 'masyarakat Dalam, pengambilan Dan pelaksanaan keputusan yang langsung menyangkut Hidup mereka .... ..
b) Sebuah proses sukarela dimana orang termasuk yang kurang beruntung (pendapatan, jenis kelamin, etnis, pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan keputusan yang mempengaruhi mereka (Deepa Narayan, 1995), Suatu alt Proses Yang Wajar dim 'masyarakat termasuk Yang kurang beruntung (PENGHASILAN, jenis kelamin, suku, Pendidikan) mempengaruhi atau mengendalikan pengambilan keputusan Yang langsung menyangkut Hidup mereka 

Ciri - ciri partisipasi Partisipasi masyarakat selalu memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
a) Bersifat proaktif dan bukan reaktif artinya masyarakat ikut menalar baru bertindak.
b) Ada kesepakatan yang dilakukan oleh semua yang terlibat
c) Ada tindakan yang mengisi kesepakatan tersebut
d) Ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab dalam posisi yang setara 
Jenjang partisipasi Ibu Sherry Arntein, seorang sosiolog mencoba membuat jenjang partisipasi dalam delapan jenjang, dimana tingkat terendah adalah “manipulasi” atau “rekayasa sosial” dan yang tertinggi adalah bila terjadi “kontrol sosial” atau “pengendalian oleh masyarakat”. 
                                                                                   Promosikan Produk anda disini
Kemudian delapan jenjang tersebut dikelompokkan lagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut ini  Kelompok yang paling rendah adalah: Non Partisipasi  Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
a) Manipulasi/rekayasa sosial, yaitu pendekatan yang mendudukkan masyarakat sebagai obyek pembangunan dan dimanipulasi agar sesuai dengan harapan/program yang telah dirumuskan oleh pengambil keputusan (pemerintah)
b) Terapi, yaitu pendekatan yang mendudukkan masyarakat sebagai pihak yang tidak tahu apa-apa (orang sakit) dan harus percaya terhadap apa yang diputuskan oleh pemerintah (dokter) Kelompok menengah adalah yang memiliki Harga Hadiah (tokenism) Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
c) Informasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan pemberian informasi akan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah seperti pemasyarakatan program, dll
d) Konsultasi, yaitu pendekatan pembangunan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultansi tentang apa yang akan dilakukan oleh pemerintah di lokasi yang bersangkutan
e) Penenteraman, yaitu pendekatan pembangunan dengan misalnya merekrut tokoh-tokoh masyarakat untuk duduk dalam panitia pembangunan sebagai upaya menenteramkan masyarakat tetapi keputusan tetap ditangan pemerintah. Ketiga pendekatan ini tetap mendudukkan masyarakat sebagai obyek dimana kewenangan pengambilan keputusan tetap berada di tangan pemerintah. Kelompok tertinggi adalah yang memiliki Kadar Kedaulatan Rakyat Termasuk didalamnya secara berjenjang mulai dari yang terendah adalah:
f) Kerjasama, yaitu pendekatan pembangunan yang mendudukkan masyarakat sebagai mitra pembangunan yang setara sehingga keputusan dimusyawarahkan dan diputuskan bersama
g) Pendelegasian, yaitu pendekatan pembangunan yang memberikan kewenangan penuh kepada masyarakat untuk mengambil keputusan yang langsung menyangkut kehidupan mereka.
h) Kontrol sosial, yaitu pendekatan pembangunan dimana keputusan tertinggi dan pengendalian ada di tangan masyarakat.
Kesimpulannya partisipasi baru benar-benar terjadi bila memiliki kadar kedaulatan rakyat yang cukup dan kadar kedaulatan rakyat tertinggi adalah terjadinya kontrol sosial ( social control/citizen control ) dimana keputusan penting dan pengendalian pembangunan ada di tangan rakyat.

Demikian, sekarang anda bisa menakar sejauh mana partipasi dan legislasi pemilu sekarang 2014 sehingga, kita berharap besar bisa memperbaiki nasib bangsa ini ke depan.
 lalu lintas situs web gratis dan promosi
</ Untuk Lalu Lintas> </ A>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar