Kali ini saya merasa ingin berbagi gambaran tentang seorang
pemimpin negeri tercinta ini, sehingga bisa menghilangkan kebingungan dan
keraguan di tanggal pemilihan kelak , dicuplik dari rubrik tanya jawab dengan
KH. Abdullah Gymnastiar beberapa tahun lalu yang bisa membantu membangun
kerangka berpikir kita dan menjadi rujukan yang tepat.
a) T: Saya
ingin bertanya tentang pemimpin menurut pandangan Aa . Sebetulnya, ada berapa
macam pemimpin yang ada di dunia ini? (Umarawangi, Jakarta)
J : Qolbu atau hati itu ada tiga macam, yaitu qolbun Maridh ( hati yang sakit ), qolbun mayyit ( hati yang mati ), dan qolbun saliim ( hati yang selamat ). Mengacu pada kategori tersebut, maka macam pemimpin pun ada tiga, yaitu pemimpin yang 'sakit' hatinya, pemimpin yang 'mati' hatinya, dan pemimpin yang selamat hatinya. Pemimpin yang berpenyakit hatinya selalu ingin mendapat perlakuan istimewa dari orang lain. Dia lebih mengutamakan dan mengikuti nafsunya. Salah satu penyakit yang ada pada pemimpin seperti itu adalah sombong. Dengan sombongnya dia sudah berani petantang-petenteng di hadapan orang banyak dan merajalela memberikan perintah. Sedangkan pemimpin yang mati hatinya sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dia hanya tahu bagaimana cara memuaskan nafsunya, maka segala cara akan dia lakukan. Dia akan memanfaatkan segala kesempatan dan fasilitas fasilitas yang ada demi kepuasan nafsunya. Dia tidak disukai orang-orang di sekitarnya. Seharusnya, orang semacam itu tidak dapat dijadikan pemimpin karena akan merusak negara dan bangsa dengan akhlak buruknya. Pemimpin seperti itu sungguh sangat jauh berbeda dengan pemimpin yang lebih mengutamakan akhlaknya karena hatinya selamat dari segala macam penyakit egois, merasa paling hebat, ujub, sombong, dengki, iri, serakah, suka pamer kekayaan, suka berfoya-foya, dan berbuat sia-sia . Pemimpin yang aman hatinya akan selalu menjaga amanah dan selalu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik. Sebetulnya pembahasan tentang masalah ini sangatlah luas. Mudah-mudahan jawaban ini dapat bermanfaat.
b) T: Aa,
mengapa manusia lebih cenderung punya ambisi untuk memimpin orang lain
dibanding dirinya sendiri? (Adam, Jakarta).
J: Begitulah
manusia! Kita sebagai manusia lebih suka menuntut untuk disayangi,
diperhatikan, dihormati, dan selalu minta diberi. Kita senang menuntut orang
lain untuk berbuat sesuatu untuk kita, dan sebaliknya kita sendiri enggan
memberikan kontribusi untuk orang lain. Sama halnya dengan seorang pemimpin
yang lebih senang mencari kesalahan setiap orang tapi sayangnya dia tidak
memiliki keberanian untuk melihat kekurangan dan kesalahan sendiri. Dari
sinilah akan terlihat sukses atau tidaknya seseorang. Orang sukses itu adalah
orang yang memiliki keterampilan untuk melihat kekurangan diri sendiri sebelum
melihat kekurangan orang lain.
c) T:
Seringkali terjadi perbedaan pendapat sehingga pemimpin dan orang - orang yang
dipimpinnya tidak sejalan. Bagaimanakah sikap kita terhadap pemimpin yang
berbeda pandangan dengan kita, apakah harus mengikutinya atau mengabaikannya?
(Alisha, Jakarta)
![]() |
| Jernihkan pikiran anda |
Demikian semoga anda tercerahkan, dan bissa mengikuti
pooling nya disini Pilih Presiden Anda untuk melihat seberapa besar minat anda untuk menentukan
nasib bangsa kita kedepan.
Sekian Terima Kasih
</ Cobalah IT Di sini>
Critic.net/world-cup-2014 /

Tidak ada komentar:
Posting Komentar