COUNT CEPAT
Peluang Cepat Cair
Setelah mengikuti poling quick count pemilu 2014 pada tanggal 9 Juli kemarin terjadi perbedaan yang mencolok, dua kandidat mendeklarasikan kemenangannya sehingga hal ini membingungkan masyarakat umum sehingga cenderung berdampak konlik ditataran grass root. Terlepas dari itu semua kita bisa menahan diri sampai KPU (Komosi Pemilihan Umum) menetapkannya pada tanggal 22 Juli 2014 untuk menetapkan Pemenang sebenarnya.Sedikit saya cuplik tulisan tentang kepemimpinan.
Standard Tunggal Perilaku
(Bahasa Dari Buku Keshavan Nair, A Standar Tinggi Of Leadership)
Ketika kepemimpinan memberikan contoh teladan, standar
gandapun merasuki organisasi. Dalam bisnis, karyawan baru yang ingin cepat
sukses memahami benar bagaimana permainan dimainkan, dan banyak yang
meninggalkan idealismenya demi mengejar sukses. Banyak diantara kita pernah
hadir dipertemuan-pertemuan dimana kita menyaksikan seorang mendapatkan pujian
dan penghargaan untuk suatu pekerjaan yang tidak mereka lakukan. Kita telah
menyaksikan orang-orang secara sengaja menyembunyikan data dan sumber informasi
untuk menghalangi peluang sukses rekan-rekan mereka.Penerimaan standar yang
rendah ini juga terdapat di luar arena perusahaan dan arena poitik; mulai dari
konsultan atau pengacara yang menambahkan jam-jam ekstra ketika mengenakan
biaya pada kliennya, sampai ke montir mobil yang mengenakan biaya untuk
pekerjaan yang tidak mereka lakukan,belum lagi orang-orang yang menyerahkan
klaim asuransi dalam jumlah yang membengkak.
Menjadi orang yang dewasa-seorang sesepuh atau orang
tua, dalam banyak hal berarti menjadi seorang yang berada digaris depan
kepemimpinan. Beberapa tahun yang lalu, saya mampir kesebuah restoran, duduk di
satu meja bersama sepasang suami istri bersama putri mereka yang masih remaja.
Ketika tanda terima kartu kredit tiba, sang ayah menuliskan sesuatu dibaliknya.
Putrinya mengambilnya, memeriksanya dan berkata dengan agak keras “Tetapi, dia
kan tidak makan bersama kita?” Kedua orang tua sang gadis remaja tersebut
saling berpandangan tanpa berkata sepatah katapun. Di sini, standar ganda
perilaku difokuskan pada tingkat paling mendasar, yakni dalam keluarga. Siorang
tua, tanpa menyadari contoh yang diberikan, telah memperagakan bahwa berbohong
dalam keadaan-keadaan tertentu adalah suatu hal yang layak dilakukan. Sang anak
pun diperkenalkan pada standar ganda. Memberikan contoh merupakan hal yang
penting bagi peran kepemimpinan.
Untuk membela standar ganda, beberapa orang menunjuk
pada fakta bahwa banyak individu dengan moralitas pribadi yang masih
dipertanyakan mengerjakan tugas-tugas pelayanan publik yang penting dan banyak
individu yang perilakunya dalam masyarakat dicurigai adalah anggota-anggota
keluarga dan teman-teman yang baik. Ini memang benar, tetapi kenyataannya
adalah bahwa rasa hormat kita terhadap para pemimpin kita akan hilang jika kita
sendiri tidak menyetujui perilaku mereka (publik maupun pribadi). Pemimpin yang
tidak menghormati kita akan berkurang legitimasi kepemimpinannya dan akan
kehilangan kepercayaan dari kita. Pemimpin yang tidak dipercaya sulit untuk
bersaing dengan pemimpin lainnya dalam meraih kejayaan. Hal ini bukan saja
membuat kepemimpinan mereka kurang efektif, tetapi juga dapat membawa
kemunduran menyeluruh terhadap harapan rakyat. Kita merasa putus asa dan
menjadi sinis karena kita tak dapat mempercayai para pemimpin kita sendiri.
Maka terjadilah kemerosotan dalam jiwa kita sendiri.
Perdebatan-perdebatan tentang teori-teori ekonomi dan
bisnis seperti tentang pasar bebas, peranan pemerintah, maksimalisasi laba dan
strategi bersaing tidak memberi dampak yang berarti pada sifat kepemimpinan
atau masyarakat. Tetapi kesetiaan kita pada standar tunggal, ya. Idealisme
merupakan santapan jiwa. Jika kita kehilangan idealisme, kita kehilangan
kedalaman sebagai individu, kita berarti berhenti berfikir dan berhenti
berusaha untuk berubah, dan yang paling penting adalah kita kehilangan rasa
persaudaraan dengan orang lain. Kehilangan rasa persaudaraan inilah yang
menyulut tindakan kekerasan di sekeliling kita. Untuk menciptakan masyarakat
yang harmonis, kemajuan ekonomi haruslah dilingkupi oleh komitmen terhadap
idealisme. Untuk menyitir apa yang dikatakan duaribu tahun yang lalu: “Apa yang
akan dicapai suatu bangsa melalui kemajuan ekonominya jika ia kehilangan
jiwanya?”.
Tidaklah cukup mendesak orang untuk hidup dengan
standar tunggal; kita harus membuatnya lebih praktis. Kita membutuhkan pedoman,
sehingga setiap individu di semua segmen dalam masyarakat kita, mulai dari
pemimpin potensial di sekolah dan universitas sampai orangtua dan guru, mulai
dari para pemimpin di komunitas kita sampai para pemimpin di tingkat nasional
dan internasional dapat memahami dan mencoba untuk mengikuti. Kita harus
meletakkan di hadapan kita serangkaian proses bagi upaya mencapai standar
tunggal dalam berperilaku. Setiap orang akan menyaksikan jalannya sendiri dalam
proses ini. </ Promosikan Produk Anda>
Upaya keras untuk mencapai idealisme membutuhkan
komitmen. Ini tidak berbeda dari berusaha mencapai kesempurnaan dalam bidang
kegiatan apapun, dari olahraga sampai ilmu pengetahuan, dari musik sampai
matematika. Meskipun demikian, ada dua perbedaan penting. Berusaha keras untuk
sebuah idealisme yang bertalian dengan perilaku individual lebih sulit karena
ia mencakup segala sesuatu yang kita perbuat. Dipihak lain, tiap orang memiliki
potensi untuk mencapai kesempurnaan-kita semua dapat mengatakan bahwa diri kita
berbakat.
Ada lima komitmen dasar yang membimbing kita ke suatu
standar kepemimpinan yang lebih tinggi:
• Kembangkan landasan bagi standar tunggal: pegang
teguh nilai-nilai absolut.
• Kembangkan pedoman yang akan menguatkan anda dalam
perjalanan itu: teguhkan hati dalam melatih hati nurani anda.
• Kurangi godaan-godaan yang membawa Anda keluar jalur: teguhkan iman.
• Bersiaplah untuk menghadapi pemeriksaan: teguhkan
kemauan untuk mengurangi kerahasiaan.
Upaya ke arah tercapainya suatu standar moral tunggal
amatlah sulit dalam konteks kepemimpinan adalah banyaknya penerapannya harus
dilakukan di depan publik. Keberanian merupakan kualitas pribadi yang penting
yang dibutuhkan untuk mempertahankan kelima komitmen diatas. Ini adalah
keberanian jiwa yang dikaitkan dengan kemauan yang gigih. Kita masing-masing
harus membuat komitmen untuk hidup berdasarkan standar tunggal dalam
berperilaku, karena jika kita melakukannya, para pemimpin kita pun harus
mengikutinya.
Demikian semoga ini bisa menjadikan referensi anda
dalam mengharmonisasikan dalam keseharian kita.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar